Hama dan Penyakit Tanaman Jati

Ampuh Basmi Hama dan Penyakit Tanaman Jati

Hama dan Penyakit Tanaman Jati – Hama dan penyakit merupakan sesuatu hal yang dibenci oleh petani. Begitu juga dalam budidaya tanaman pohon jati. Maka, tak sedikit yang mengupayakan hama dan penyakit pada tanaman jati harus diberantas. Untuk itu Ayobudidaya.com kali ini akan membasa tentang bagaimana cara ampu basmi hama dan penyakit tanaman jati. Berikut catatannya :

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan menggunakan alat Hand Sprayer pada dosis/takaran, serta cara yang tepat (dosis/takaran dan caranya dapat dibaca pada kemasan produk obat pestisida pengendali hama dan penyakit tanaman jati yang digunakan).

Baca Juga : Pengertian dan Klasifikasi Pohon Jati, Detil dan Rinci

Baca Juga : 1.000 Manfaat Pohon Jati Bagi Manusia

Hama dan Penyakit Tanaman Jati

A. Hama Ulat Jati (Hyblaea puera & Pyrausta Machaeralis)

Hama ulat jati menyerang pohon jati pada awal musim penghujan, November – Januari dengan gejala daun yang terserang berlubang karena dimakan ulat. Bila jumlah ulat tidak banyak cukup diambil dan dimatikan. Namun, bila meningkat dan serangan tinggi, maka perlu dilakukan pengendalian dengan cara penyemprotan menggunakan insektisida.

B. Hama Uret (Phyllophaga sp)

Hama uret menyerang pohon jati ini merupakan larva kumbang, biasanya menyerang di Bulan Februari – April dengan memakan akar tanaman terutama yang masih muda, sehingga tanaman tiba-tiba layu, berhenti tumbuh dan kemudian mati. Jika media dibongkar, akar tanaman terputus/rusak dan dapat dijumpai hama uret.

Kerusakan dan kerugian paling besar akibat serangan hama uret terutama terjadi pada tanaman umur 1-2 bulan di lapngan, tanaman menjadi mati. Pencegahan dan pengendalian hama uret dilakukan dengan penambahan insektisida granuler di lubang tanam pada saat penanaman atau pada waktu pencampuran medua persemaian, khususnya pada lokasi-lokasi endemik/rawan hama uret.

C. Hama Tungau Merah (Akarina)

Hama Tungau Merah menyerang tanaman jati pada Juni – Agustus. Gejala daun jati terserang hama tungau merah akan berwarna kuning pucat, pertumbuhan bibit terhambat. Ini karena daun dihisap tungau. Pengendalian hama tungau merah di pohon jati adalah dengan menggunakan akarisida.

D. Hama kutu putih/kutu lilin

Hama kutu putih atau kutu lilin menyerang tanaman pohon jati setiap saat. Maka pucuk daun jati akan menjadi keriting sehingga tumbuh abnormal dan terdapat kutu berwarna putih berukuran kecil. Langkah pengendalian hama kutu putih pada pohon jati adalah dengan melakukan pemisahan bibit yang sakit dengan yang sehat karena bisa menular.

Bila batang sudah mengkayu, batang dapat dipotong 0,5-1 cm di atas permukaan media; pucuk yang sakit dibuang atau dimusnahkan. Jika serangan sudah parah dan dalam skala yang luas maka dapat dilakukan penyemprotan dengan menggunakan akarisida.

E. Hama lalat putih

Hama dan penyakit tanaman jati ini berupa serangga kecil bertubuh lunak, mirip lalat, termasuk dalam ordo homoptera. Mencucuk dan mengisap cairan tanaman sehingga menjadi layu, kerdil bahkan mati. Selain itu, hama ini bisa menjadi penyakit yang menularkan virus dari tanaman sakit ke tanaman sehat lainnya.

Pengendalian hama ini dilakukan secara biologis dengan menggunakan musuh alami berupa predator dan parasitoid. Lalu bisa juga melakukan wiwilan daun dan penjarangan bibit dalam bedengan, atau dengan penyemprotan larutan campuran insektidsidia detergen sedini mungkin ketika mulai terlihat di persemaian, terutama diarahkan ke permukaan daun bagian bawha, karena serangga ini menghisap cairan dan tinggal pada bagian tersebut.

Bahkan bisa juga secara mekanis, dengan menggunakan alat penjebak lalat putih dan dengan pemupukan NPK cair, untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan bibit di persemaian. Dan masih banyak lainnya, hama dan penyakit tanaman jati yang bisa dibasmi, seperti :

F. Penyakit Layu-busuk semai

Pengaruh karena kondisi lingkungan dan harus dilakukan dengan penanangan mekanis, penjarangan bibit, wiwil daun dan kurangi kelembaban.

G. Hama Rayap

Beri insektisida granuler di lubang tanam.

H. Hama Penggerek batang/oleng-oleng

Pengendalian dengan insektisida fumigan.

I. Hama penggerek pucuk

Lakukan injeksi insektisida sistemik ke batang.

J. Hama kupu putih

Pengendaliannya dengan insektisida sistemik melalui batang dan penyemprotan bagian bawah daun, ranting, dan batang dengan insektisida racun lambung.

K. Hama kumbang bubuk basah (Xyleborus destruens)

Hama penyerang batang jati ini dibasmi dengan pencegahan tidak menanam jati di daerah yang curah hujan lebih dari 2.000 mm per tahun. Menebang pohon yang diserang pada waktu penjarangan. Mengurangi kelembaban mikro tegakan, misalnya dengan mengurangi tumbuhan bawah dan melakukan penjarangan dengan baik.

L. Penyakit layu bakteri

Menyerang bibit dan dikendalikan dilakukan secara biologis, kimiawi dan secara silvikultur.

M. Neotermes tectonae

Pemberantasan hama ini dilakukan dengan menggunakan pestisida alami atau pestisida kimia.

Nah itu dia informasi mengenai hama dan penyakit tanaman jati. Semoga bermanfaat.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *