ternak lele organik

Ternak Lele Organik: Cara Budidaya & Analisanya

Ayobudidaya.com – Ternak Lele Organik dalam budidaya ikan lele ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, begitu juga dengan memaksimalkan produktivitas hasil panen.

Bahkan dalam budidaya lele itu sangatlah mudah, cukup memiliki keterampilan dasar, baik expert, maupun ternak lele pemula. Dan sudah banyak sekali kisah sukses peternak lele organik.

Ketika kita bertanya? Berapa lama masa produksi lele organik sampai panen, beberapa kisah yang saya baca, ada yang melakukan budidaya lele organik 45 hari panen. Dan ini termasuk hal yang luar biasa.

Nah untuk kita lebih memahami tentang bagaimana cara ternak lele secara organik, tak ada salahnya bagi kita belajar. Karena banyak pemula yang juga kini terjun menjalankan usaha ternak lele.

Karena mereka yakin peluang terbuka lebar dan permintaan tinggi. Hanya saja memang ternak lele dibudidayakan masih sekedarnya saja. Belum ada penanganan khusus.

Nah peluang inilah yang bisa kita ambil caranya dengan beternak lele organik. Berikut beberapa hal yang harus kita pelajari tentang bagaimana cara ternak lele organik?

Misalnya saja tentang budidaya lele organik bioflok dan media kolam lainnya, seperti ternak lele kolam terpal, kolam tembok, dan lainnya.

Serta beberapa hal seperti ternak lele organik padat tebar, dan penggunaan pupuk kandang, dalam hal ini baik kotoran sapi maupun kotoran kambing.

1. Cara Beternak Lele Organik

Berikut ini beberapa hal yang harus kita siapkan dalam menjalankan ternak lele secara organik. Ada beberapa kebutuhan di antaranya, media kolam budidaya, bibit atau benih ternak lele yang berkualitas, vitamin dan pakan ikan lele yang digunakan, manajemen budidaya, perawatan dan budidaya, serta panen ikan yang dilakukan.

Dan kesemua kebutuhan tersebut, seperti terangkum berikut ini, di antaranya adalah sebagai berikut:

A. Media Kolam Ternak Lele Organik

Misalnya yang pertama adalah siapkan media kolam padat tebar yang akan kita gunakan. Karena media kolam beternak lele ini ada banyak. Dan secara menyeluruh media kolam ini dapat menjadi pilihan dalam melakukan ternak lele organik.

Jadi ada beberapa hal yang bisa disiapkan, seperti budidaya lele organik bioflok. Bagaimana cara beternak lele menggunakan media kolam bioflok ini pun harus kita pahami bersama.

Baru ketika sudah kita pelajari dan paham, kita bisa melanjutkan ke beberapa langkah untuk budidaya secara organik. Selengkapnya ternak lele bioflok seperti artikel berikut ini:

Baca : Cara Ternak Lele Bioflok dan Analisa Keuntungannya

Selain bioflok ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan, misalnya saja ternak lele di kolam terpal, berikut artikel cara budidayanya:

Baca : Cara Beternak Ikan Lele di Kolam Terpal

Tak hanya budidaya ternak lele di kolam terpal, ada juga beberapa hal yang bisa kita lakukan dengan metode cara lainnya. Misalnya dengan cara budidaya ternak lele di kolam tembok. Berikut caranya:

Baca : Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tembok, Cek Di Sini

Dalam ternak lele organik mungkin pilihan media kolam ini juga dinilai tepat, yakni menggunakan media kolam tanah. Sebab dengan media kolam tanah, ternak lele akan mendapatkan pakan alami lebih banyak.

Cara budidaya ikan lele seperti artikel yang pernah saya tulis adalah berikut ini:

Baca : Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah, Cek Di Sini

Cara-cara di atas bisa menjadi pilihan untuk ternak lele pemula yang masih memikirkan media kolam dan teknik budidaya lele seperti apa yang akan dijalankan.

A.1 Lokasi Kolam Ternak Lele

Selain media kolam, sebaiknya juga dipikirkan tentang lokasi kolam yang akan digunakan. Meski tidak memiliki persyaratan khusus, namun, setidaknya, jika ingin membuat kolam, pastikan berada di ketinggian 1000 mdpl.

Selain itu juga yang perlu diketahui adalah keadaan pH kolam lele yang akan digunakan. Ukuran pH yang digunakan sekitar 7-8. Tak sampai di sini, di lokasi yang dipilih juga pastikan ketersedian airnya.

Karena seperti kita ketahui pada umumnya, kolam membutuhkan air yang berlimpah untuk budidaya. Tak hanya sekedar terdapat air, namun keberlanjutan, kualitas air yang akan digunakan, hingga suhu air di kolam.

Untuk kualitas air kolam misalnya, air yang diberikan haruslah baik. Karena semakin air memiliki kualitas yang baik, maka pertumbuhan ikan lele juga baik.

Selanjutnya yang tak boleh terlupa adalah tentang suhu air kolam. Untuk suhu air kolam ini ada beberapa hal yang bisa kita perhatikan, di antaranya suhu ideal untuk air kolam adalah 26-32 derajat celcius.

Jangan sampai suhu air terlalu rendah. Sebab dapat menimbulkan permasalahan, seperti pencernaan ternak lele yang terhambat. Justru ternak lele sangat senang dengan suhu yang hangat. Hal ini untuk membantu pencernaan berlangsung cepat.

Maka butuh kolam yang baik untuk melakukan usaha budidaya. Begitu juga dengan ketika kita ingin membuat kolam lele sendiri. Kita setidaknya mengetahui standar ukuran dan jumlah tebaran ikan di suatu kolam.

Berikut beberapa hal yang bisa dipelajari:

A.2 Cara Membuat Kolam Pembesaran Ternak Lele Organik

ukuran kolam lele 1000 ekor
foto dari bukalapak

Dalam cara membuat kolam pembesaran ternak lele organik kolam yang digunakan sama saja seperti budidaya lele di kolam pada umumnya.

Cara membuatnya pun sama, hanya saja pertimbangannya pada ukuran, biaya, dan analisa pengeluaran, serta daya tahan kekuatan kolam untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Misalnya beberapa pertimbangannya, seperti yang telah saya tulis dalam artikel sebelumnya, di antaranya sebagai berikut:

Baca: Ukuran Kolam Lele 2000 Ekor Yang Harus Kita Ketahui?

Baca: Ini Dia Ukuran Kolam Lele 1000 Ekor Yang Ideal

Jadi ada beberapa pertimbangan dalam membaut kolam, di antaranya adalah ukuran meter per segi. Contoh sederhananya seperti ini, untuk usaha ternak lele rumahan secara organik dan dibudidaya untuk konsumsi sendiri.

Misalnya, akan dibudidaya benih ikan lele 1000 ekor. Maka ukuran yang diperlukan idealnya berukuran 5 x 2 meter dengan tinggi 100 cm. Ukuran tersebut bisa juga untuk menampung lebih dari 100 ekor bahkan bisa 1.000 ekor ikan lele.

Jadi kalau dibawah 1.000 bisa menggunakan ukuran 1 x 2,5 meter, atau lebih kecil lagi. Namun kenapa harus ada ukuran ideal di atas, sebab untuk budidaya janganlah sampai terlalu padat.

B. Jenis Benih Ikan Lele Yang Digunakan

Kriteria ikan yang dibudidaya juga sebaiknya diperhitungkan dengan baik. Apalagi untuk lele organik. Sebab, ikan lele organik memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Misalnya saja, jeni lele dumbo, lele sangkuriang, dan jenis ikan lele lainnya. Tips memilih benih lele adalah dengan memastikan hasil produksi ternak lele yang kualitas dagingnya lebih empuk dan tahan dari serangan penyakit. Serta satu hal yang tak boleh terlupa adalah dalam proses budidaya ternak lele mudah.

Selain itu pemilihan bibit juga sebaiknya kita pelajari dengan detil. Ada beberapa hal yang harus ketahui, di antaranya adalah, pastikan bibit memiliki ukuran yang seragam.

Karena ukuran ternak lele yang seragam akan memiliki dampak budidaya yang baik, misalnya seragam dalam memperoleh hasil makanan. Selanjutnya memilih benih yang seragam dan berkualitas penting untuk hasil panen.

Tadi di atas yang kita harapkan adalah budidaya lele organik 45 hari panen, maka yang kita butuhkan kiranya, ukuran benih ikan lele adalah dengan ukuran panjang 5-7 centimeter.

Jadi, pastikan ukuran 5-7 centimeter ini seragam ya. Jadi, misal ukuran benih lele 6 cm, maka sebaiknya ukuran benih yang lain juga sama.

Tak hanya ukuran, pastikan benih tidak sakit, atau silsilah induknya juga tidak memiliki riwayat sakit berbahaya, atau cacat. Selanjutnya, tubuh benih ikan lele mengkilap, dan memiliki gerakan yang lincah.

C. Cara Menebar Benih dan Persiapannya

Ada beberapa hal sebelum benih ditebar. Apalagi jika kita sudah mendapatkan benih lele berkualitas seperti di atas. Selanjutnya persiapan juga penting dilakukan sebelum menebar benih ikan lele organik di kolam.

Menebar benih ikan lele tal sekedar tebar lalu sudah membiarkan benih hidup sendiri. Tentu tidak demikian. Jadi ada beberapa langkah dan cara yang bisa kita lakukan.

Tentunya dalam hal ini persiapannya pun harus matang dan diperhtiungkan, setidaknya tidak membuat benih ikan stres dan tidak membuat kerusakan pada fisik ikan.

Persiapan yang harus dilakukan adalah pemupukan dan pengisian air. Nah untuk pengisian air, sebaiknya air kolam di isi mencapai tinggi 60 cm. Kurang lebihnya 60 cm. Dan selama pengisian air, sebaiknya juga lakukan beberapa hal berikut ini:

C.1 Pupuk Kandang Untuk Pakan Ternak Lele Organik

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan selama proses pemupukan kolam lele. Di antaranya adalah pupuk yang digunakan. Kita bisa menggunakan pupuk kandang. Baik ternak lele organik dengan kotoran sapi maupun ternak lele dengan kotoran kambing.

Kita juga bisa menggunakan kotoran ayam untuk ternak lele secara organik ini. Namun selain penggunaan pupuk kandang, caranya juga harus diperhatikan.

Di antaranya adalah, dengan memasukan pupuk ke karung ukuran 1-1,5 kg per m2. Ukuran karung tersebut untuk ukuran kolam 5 x 2 meter atau dengan menggunakan pupuk sebanyak 10-15 kg.

Caranya yang bisa dilakukan juga adalah dengan mengisi karung tersebut dengan berat yang sama. Jadi satu kolam diperlukan dua karung pupuk kandang.

Selanjutnya, cara yang dilakukan adalah dengan memasukan karung pupuk kandang ke kolam yang sudah disiapkan. Letakan karung tersebut di pinggiran kolam atau di tengah kolam. Pastikan kolam terus mengambang dan bergerak bebas. Baru selanjutnya setelah satu minggu diangkat karung tersebut.

Hal hal yang harus diperhatikan sebelum memasukan pupuk kandang atau kompos tersebut adalah pastikan pupuk sudah benar-benar matang.

C.2 Probiotik Lele & Cara Mengangkat Fermentasi Pupuk Kandang

Apakah diperlukan probiotik untuk lele organik? Sebagian peternak lain melakukan hal ini untuk meningkatkan produktivitas ternak lelenya, yakni dengan menambah bakteri penumpuh berjenis probiotik.

Kita juga sebenarnya bisa memanfaatkan probiotik lele yang dapat dibuat oleh kita sendiri, misalnya seperti artikel berikut ini tentang probiotik lele dari yakult.

Baca : Cara Membuat Probiotik Lele Dari Yakult

Nah selanjutnya bisa juga dengan melakukan penutupan pada bagian kolam dengan terpal plastik dengan membiarkan fermentasi kurang lebih sampai satu bahkan dua minggu.

Cara cek pupuk yang diletakan dalam kolam pun mudah, yakni dengan adanya perubahan dalam proses fermentasi yang dilakukan pada teknik sebelumnya.

Pastikan apakah telah terjadi pembusukan dan mikroorganisme, dan akan menghasilkan gas meta, karena gas inilah yang akan menandakan proses fermentasi selesai atau tidaknya.

Caranya untuk memastikan adalah dengan menggunakan api, bakarlah kotoran yang tengah difermentasi, jika menyala artinya proses belum selesai.

Namun untuk menyikapi hal ini, turunkan air menjadi 40 cm. Lalu biarkan kembali selama satu pekan kemudian. Jika sudah siap, bisa dilakukan penambahan di setiap 2 minggu sebanyak 15 cm sampai air kolam mencapai 70 hingga 80 cm.

C.2 Cara Menebar Benih Lele Organik

Adapun cara menebar benih lele adalah sebagai berikut, pertama yang harus diperhatikan adalah waktu tebar benih lele. Waktu tebar terbaik adalah pagi dan sore hari.

Kenapa harus pagi dan sore hari, yakni, karena benih terhindar dari terik matahari yang menyengat. Alasan lainnya adalah kondisi air yang panas karena sinar matahari dapat membuat benih lele stress dan bahkan akan mati.

Cara memasukan benih lele ke dalam kolam juga sangat mudah. Caranya dengan menaruhnya pada wadah plastik dan memasukannya ke dalam kolam secara perlahan.

Hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut sebelum dan setelah menebar benih lele organik, di antaranya:

  • Pastikan air organik di kolam ikan lele sudah benar-benar matang
  • Untuk penyesuaian air, ikan lele dibiarkan bergerak sendiri, yakni keluar dari wadahnya sendiri hingga semuanya keluar.
  • Penebaran benih lele yang ideal dan baik di jam 19.00 (07 malam) sampai 07.00 (pagi).

D. Proses Pemeliharaan Ternak Lele Organik

ternak lele organik

Dalam pemeliharaan, ada pemeliharaan rutin harian ada juga pemberian pakan, dan hal hal yang harus diperhatikan lainnya. Untuk proses pemeliharaan ini setidaknya ada dua hal yang harus diperhatikan, di antaranya pengelolaan air dan pemberian pakan.

Maka, dalam hal ini, kita tidak disarankan untuk mengganti air kolam sebelum masa panen. Selain itu, pastikan air kolam dalam kondisi tenang dan menggenang.

Untuk pakan, pastikan rutin diberikan. Pakan ternak lele organik di antaranya adalah pakan yang didapatkan dari alam. Seperti, keong mas, plankton, dan aneka jenis cacing, serta makanan organik lainnya.

Untuk cacing kita bisa mendapatkannya dari alam, dan bisa juga dibudidaya sendiri. Cara budidaya cacing untuk pakan alami ternak lele di antaranya sebagai berikut:

Baca: Budidaya Cacing Merah dan Pembibitannya

Baca: Budidaya Cacing Tanah: Cara Ternak, Media dan Harga

Baca: Budidaya Cacing Sutra Dengan 5 Cara Termudah

Tak hanya jenis pakan yang diberikan, tetapi juga proses saat memberikan makanan. Pakan ternak lele organik diberikan sebanyak 5-6 kali dalam sehari. Jarak pemberian pakan lele 2-3 jam.

Cuaca juga perlu diperhatikan. Di antaranya adalah, jangan pernah menebar pakan saat hujan turun. Hujan dapat membuat pakan terkena zat asam dan terkontaminasi kesehatannya, sehingga mengganggu proses pencernaan ternak lele.

E. Cara Panen Ternak Lele Organik

Waktu panen ikan lele adalah waktu yang ditunggu? Lalu bagaimana cara panen ikan lele organik? Jawabnnya tentunya sama saja tak jauh berbeda dengan cara panen ikan lele lainnya.

Namun memang terkadang kita juga bingung ya, kapan waktu panen lele, termasuk waktu panen lele organik? Tenamg tak usah bingung. Ada beberapa hal yang bisa menjadi patokan kita, di antaranya seperti:

Jika sudah memasuki waktu 45 hari atau waktu ideal panen ternak lele pada umumnya, yakni 2-3 bulan, bisa dilakukan pemanenan jika lele sudah dewasa dan dalam 7-8 ekor berat sudah dapat ditimbang dan beratnya mencukupi.

Namun sebenarnya, panen lele organik dapat mencapai waktu umur panen yang singkat, yakni 45 hari dan sampai 60 hari. Kendati demikian, pastikan saat akan panen, pasar sudah tersedia dan harga sesuai.

Namun jika tidak ingin dijual, bisa langsung dinikmati sebagai konsumsi pribadi rumah tangga.

2. Analisa Usaha Ternak Lele Organik

Dalam hal budidaya, termasuk ternak lele organik ada beberapa hal penting yang harus dipikirkan, yakni analisa usaha ternak lele. Berbicara berapa modal dan berapa keuntungan, juga menganalisi kemungkinan untung rugi.

Berikut ini adalah analisa usaha ternak lele organik, di antaranya, rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Varietas lele : Sangkuriang
  • Luas lahan : 2 x 4 meter
  • Biaya produksi ternak lele organik di antaranya:
    • Benih lele organik 4 – 6 cm Rp200 per ekor x 1.500 ekor = Rp300 ribu.
    • D0 (1.000 per kg ) Rp14 ribu, x 4 kg Rp56 ribu
    • Pakan Rp7.000 per kg x 2 sak isi 40 kg Rp560 ribu
    • Kompos Organik KKP Rp1.000 x 8 kg = Rp8 ribu.
    • Biotech Plus Rp75 ribu, untuk 1 botol = Rp75 ribu
    • Dolomite Rp1.000, = Rp1.000,
    • Jumlah Rp944 ribu
  • Sarana produksi ternak lele organik, di antaranya per periode = 3 bulan:
    • Bambu Rp15 ribu, x 20 batang = Rp300 ribu
    • Terpal 3 x 5 meter Rp175 ribu x 1 buah = Rp175 ribu
    • Kawat Rp24 ribu per 1 kg = Rp24 ribu
    • Paku Rp50 ribu x 2 kg = Rp100 ribu
    • Paralon Rp50 ribu x 1 buah Rp50 ribu
    • Paralon siku Rp4 ribu, per 1 buah = Rp4 ribu,-
    • Tenaga  tukang Rp50 ribu x 4 orang Rp200 ribu
    • Jumlah Rp857 ribu

Untung Rugi Ternak Lele

Jadi, biaya sarana produksi setiap panen dihasilkan ilustasinya, Rp286 ribu, untuk tenga kerja, 1 orang x 60 hari Rp10 ribu per hari = Rp600 ribu.

Jika ada pendampingan TS, misalkan Rp50 ribu per orang, dibutuhkan 4 orang. Jumlah Rp800 ribu. Jadi jumlah total yang diperlukan dalam pengeluaran Rp2.601.000,-

  • Estimasi hasil panen ternak lele organik, misalnya, estimasi panen Rp13.000 per kg x 135 kg Rp1.755.000,
  • Estimasi panen Rp15 ribu x 27 kg = Rp405 ribu
  • Sehingga estimasi marginnya Rp2.196.000.

Namun hitungan ini bisa disesuaikan dengan realitas di daerah masing-masing, dari harga-harga bahan di atas, tenaga, dan harga jual panen ikan.Untung Rugi Ternak Lele

Beberapa hal yang harus dipertimbangkan adalah untung rugi ternak lele. Artikel seperti sub judul di atas, pernah saya buat untuyk mengetahui seberapa besar untung rugi ternak lele.

Termasuk analisa untuk ternak lele organik. Jadi, kita bisa mempertimbangkan keuntungan, kerugian, dan antisipasinya seperti apa. Jadi bisa dipertimbangkan dan dilakukan analisa secara matang agar tak merugi.

Manfaat Ternak Lele Organik

Mengapa kita harus beternak lele organik? Sehingga beberapa cara di atas penting untuk kita lakukan. Nah untuk itu ada beberapa hal yang bisa kita pahami terlebih dahulu dalam hal ini.

Karena ada banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kita melakukan usaha ternak lele organik. Adapun manfaat manfaat tersebut adalah sebagai berikut:

  • Menghemat penggunaan pakan
  • Nilai gizi lele lebih tinggi
  • Ikan lele sedikit tidak mengandung kolesterol
  • Ternak lele organuik sangat ramah lingkungan
  • Meminimalisir biaya budidaya
  • Lebih aman bagi kesehatan oengkonsumsinya
  • Presentase kematian ternak lele pun lebih kecil
  • Tekstur daging halus dan gurih
  • Panen cepat

Sekian informasi yang bisa saya sampaikan tentang ternak lele organik. Sampai bertemu di artikel ayobudidaya.com lainnya. Terimakasih. Salam.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *