pembenihan ikan gurame

Pembenihan Ikan Gurame, Ini Cara dan Kolamnya

Pembenihan ikan gurame menjadi salah satu hal terpenting dalam budidaya gurame. Karena pembenihan termasuk adalah pengadaan bibit ikan gurame. Berkualitas tidaknya gurame ditentukan pada pembenihan dan hasil bibit guramenya.

Maka dalam melakukan pembenihan pada budidaya gurame dibutuhkan beberapa informasi yang tepat dan bisa dilaksanakan oleh para peternak ikan gurame. Salah satunya dalam menjalankan usaha pembenihan gurame.

Usaha pembenihan gurame ini nantinya adalah meliputi kegiatan pemeliharaan induk pemijahan, penetasan telur, dan perawatan larva sampai berukuran sebesar biji oyong.

Larva berumur 12-30 hari ini selanjutnya dirawat sampai bobotnya mencapai 10-15 gram per ekor (umur 4 bulan). Benih sebesar ini siap untuk didederkan. Namun, ada juga yang menjual telur untuk ditetaskan.

Selanjutnya beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk melakukan proses pembenihan. Di antaranya dijelaskan pada penjelasan berikut ini:

Hal Hal Yang Harus Dipersiapkan Dalam Pembenihan Ikan Gurame

pembenihan ikan gurame
Cara-Cara Pembenihan Ikan Gurame

Ada beberapa hal yang harus kita siapkan, di antaranya adalah bagaimana cara mengawinkan induk gurame jantan dan gurame betina. Selain itu juga yang harus dipertimbangkan adalah kolam perkawinan yang akan digunakan induk gurame.

Jadi ini tak sekedar cara pemijahan ikan gurame, baik cara pemijahan ikan gurame di kolam terpal, kolam tembok, maupun kolam tanah, dan kolam lainnya. Selain itu juga tak sekedar tentang pendederan ikan gurame.

Jadi ada hal hal yang harus dipersiapkan lainnya dalam melakukan proses pemijahan pada budidaya ternak ikan gurame. Berikut hal hal yang harus kita perhatikan dalam pembenihan.

1. Cara Mengawinkan Induk Gurame

Pertama, hal yang harus diperhatikan adalah cara mengawinkan induk gurame jantan dan betina. Untuk gurame jantan bisa dikawinkan bagi yang sudah cukup umur yakni, 4-5 tahun dengan berat 6-7 kg, dapat mengawini 4 seekor betina.

Induk yang sudah dewasa dan timbul birahinya akan tampak saling berkejaran, yang jantan akan mengejar induyk betina. Biasanya seekor jantan yang baru mulai birahi bisa mengawini 2 ekor betina.

2. Cara Membuat Kolam Perkawinan Gurame

ukuran kolam gurame 1000 ekor
ukuran kolam gurame 1000 ekor

Ada beberapa cara dalam membuat kolam perkawinan gurame. Kolam ini juga penting pada proses pembenihan ikan gurame. Kita bisa membuatnya sendiri. Karena tak terlalu sulit. Berikut ini jika kita ingin membuat kolam perkawinan gurame.

  1. Buat kolam dengan ukuran 10×7 meter atau kurang lebih 40 m2
  2. Buat pematang dengan ukuran: bagian atas lebar 1/2 meter, bagian bawah atau dasar 1 meter, tinggi 1 meter.
  3. Pasang pipa atau bambu atau paralon untuk pemasukkan dan pengeluaran air.
  4. Cangkul tanah dasar kolam agar gembur lalu diratakan lagi dan dasar kolam dibuat miring kearah pintu air.
  5. Buat saluran ditengah-tengah kolam memanjang dari pintu pemasukkan air ke pintu pengeluaran dengan lebar saluran 1/2 meter dan dalamnya 15 cm.
  6. Keringkan kolam selama 1 minggu agar hama yang dapat menimbulkan penyakit mati.
  7. Pupuk dengan pupuk kandang sebanyak kurang lebih 1 karung, disebarkan merata, baru kemudian masukkan air biarkan selama kurang lebih 1 minggu, tujuannya agar pupuk hancur dan meresap ke tanah dan membentuk lumut yang menjadi makanan ikan.
  8. Siapkan kerangka sarang (sosog) yang dibuat dari bambu, berbentuk kerucut, panjang 80 cm, garis tengah 30 cm, tiap sarang diisi seekor induk, karena betina yang akan kita isi ada 3 ekor, maka dibuat 3 buah kerangka (sarang).
  9. Pasang kerangka sarang dipinggir kolam dengan jarak agak berjauhan. Pemasangan kerangka sarang bisa ditancapkan pada tebing tanah kolam, atau bisa juga di antara 3 potong, tiang bambu yang ditancapkan di dasar kolam. Dalamnya dari permukaan air kolam kurang lebih 15-20 cm.
  10. Letakkan bahan pembuat sarang yang terdiri dari rumput kering atau ijuk atau sabut kelapa yang telah diurai. Bahan sarang dipisah agar ikan gurae mudah mengambilnya dan membawanya ketempat sarang.

Selanjutnya setelah ini ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, setelah periode pengawinan dan penentuan media kolam sudah ditentukan. Di antaranya adalah pemeliharaan induk dan pemilihan induk siap pijah.

Kesimpulannya, untuk ukuran kolam gurame 1000 ekor saja ada ketentuannya (Baca Juga:  Ukuran Kolam Gurame 1000 Ekor). Apalagi untuk pemijahan.

A. Pemeliharaan Induk Gurame

jenis ikan gurame

Induk yang digunakan untuk pembeninan gurame adalah yang berusia di atas lima tahun atau sedang dalam masa produyktif. Selain itu, induk harus berasal dari strain yang bagus, sehat, kuat, dan tidak cacat fisik.

Bobot gurame yang pantas dijadikan induk adalah 1,5 – 2 kg per ekor. Induk gurame yang sudah dipilih kemudian dipelihara dalam kolam pemeliharaan. Kedalaman kolam induk minimum 75 cm.

Kepadatan kolam hendaknya disesuaikan dengan tingkat luas kolam. Jika luas kolam 3-4 meter2, induk ikan yang imasukkan berukuran 2-3 kg per ekor.

Selama pemeliharaan induk, pemberian pakan harus dilakukan secara intensif. Pakan yang diberikan dapat berupa pelet dengan kadar protein berkisar 40% dengan dosis 1,5 – 2% dari bobot badan ikan per hari.

Selain itu, pakan alami gurame berupa daun talas dapat dijadikan makanan tambahan yang diberikan sekitar 0,5% dari bobot badan ikan. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Pemberian makanan gurame bertahap.

B. Pemilihan Induk Siap Pijah

pembenihan ikan gurame
Cara-Cara Pembenihan Ikan Gurame

Ini juga penting dalam proses pembenihan budidaya ikan gurame. Pemilihan induk siap pijah ini adalah memilih indukan yang berkualitas.

Ciri induk jantan yang ipilih adalah adanya benjolan di kepala bagian atas, rahang bawah yang tebal dan tidak adanya bintik pada kelopak sirip dada.

Warna tubuhnya memerah berbintik hitam terang dengan perut membentuk sudut tumpul. Sedangkan induk betina yang siap dipijah ditandai dengan bentuk kepalanya.

Yakni, kepala bagian atas datar rahang bawah tipis dan adanya bintik hitam pada kelopak sirip dada. Warna tubuhnya lebih terang daripada induk jantan dan bentuk perutnya besar bulat.

Ciri lainnya adalah kelaminan induk betina akan mengeluarkan telur berwarna putih jika perut ditekan ke arah kelamin. Sedangkan induyk jantan yang matang akan mengeluarkan sperma berwarna putih.

Cara mudah menentukan kematangan gonad induyk jantan adalah dengan melihat tingkah lakuya yang selalu beriringan bersama induk betina dan mulai membuat sarang dari rumput kering.

Beberapa hal lain yang juga tak kalah penting kita pelajari dalam pembenihan ternak ikan gurame ini adalah:

  • Manajemen induk (jantan dan betina)
  • Manajemen pakan
  • Manajemen kualitas air, dan
  • Manajemen pembenihan.

Manajemen Pembenihan Gurame

pembenihan ikan gurame
Cara-Cara Pembenihan Ikan Gurame

Dalam manajemen pembenihan gurame ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, di antaranya sebagai berikut:

  1. Bila proses pematangan gonad (kandung telur dan sperma) di kolam penampungan sudah mencapai puncaknya, induk segera dimasukkan dalam kolam pemijahan.
  2. Induk yang siap memijah biasanya uymur 2-3 tahun
  3. Untuk kolam seluas 100 m persegi bisa disebar induyk sebanyak 30 ekor betina dan 10 ekor jantan
  4. Padat tebar induk adalah 1 ekor / 5 meter2 dengan perbandingan jumlah jantan:betina adalah 1:3-4.
  5. Penebaran induk di kolam pemijahan dapat dilakukan secara berpasangan (sesuai perbandingan) pada kolam yang disekat atyaupun secara komunal (satu kolam diisi beberapa pasangan).
  6. Siapkan kerangka sarang yang dibuat dari bambu, berbentuk kerucut, panjang 80 cm, garis tengah 30 cm, tiap sarang diisi seekor induk, karena betina yang akan kita isi ada 3 ekor, maka dibuat 3 buah kerangka.
  7. Letakkan bahan pembuat sarang yang terdiri dari rumput kering/ijuk/sabut kelapa yang telah diurai. Bahan sarang dipisah agar ikan gurame mudah mengambilnya dan membawanya ketempat sarang.
  8. Setelah pemijahan berlangsung 1-2 hari induk betina akan melepaskan telur-telurnya ke dalam sarang yang kemudian disemproti sperma oleh si jantan sehingga terjadi pembuahan sel telur.
  9. Pemeriksaan sarang yang sudah berisi telur dapat dilakukan dengan cara meraba dan menggoyangkan sarang secara perlahan atau dengan menusuk sarang menggunakan lidi/kawat dan menggoyangkannya. Sarang yang sudah berisi telur ditandai dengan keluarnya minyak atau telur dari sarang ke permukaan air.
  10. Sarang yang sudah berisi telur diangkat. Telur dipisahkan dari sarang dengan cara membuka sarang secara hati-hati. Karena mengandung minyak, telur akan mengambang di permukaan air. Telur yang baik berwarna kuning bening sedangkan telur berwarna kuning keruh dipisahkan dan dibuang karena telur yang demikian tidak akan menetas. Minyak yang timbul dapat dikarungi tidak akan menetas. Minyak yang timbul dapat dikurangi dengan cara diserap memakai kain.
  11. Telur gurame akan menetas dalam waktu 10 hari.
  12. Induk betina dapat memproduksi telur 1500 sampai dengan 7000 butir per kg induk.
  13. Induk guyrame yang sehat dan terjamin makannnya dapat dipijahkan dua kali setahun berturut turut selama 5 tahun.

Baca Juga: Jenis Jenis Ikan Gurame: Ciri-Ciri, Ukuran & Warna Ikan

Itulah informasi yang bisa ayobudidaya.com sampaikan, semoga bermanfaat. Terimakasih. Salam.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *