Pakan Ikan Nila

Pakan Ikan Nila: Pakan Pelet, Alami, dan Buat Sendiri

Pakan Ikan Nila adalah salah satu kebutuhan dalam budidaya ikan nila. Pakan ikan ini pun banyak jenis dan bentuknya. Karena ketika saat ini berbicara pakan ikan, kita tak lagi hanya sekedar menjelaskan tentang pelet, melainkan juga pakan alternatif.

Selain itu juga, pakan untuk budidaya ikan nila ini bisa didapatkan selain dengan cara membeli pakan di toko juga bisa dengan cara membuat pakan ikan nila sendiri.

Nah cara membuat pakan ikan nila sendiri inilah yang nantinya juga akan kita pelajari pada artikel berikut ini. Misalnya saja, saat ini sudah begitu trend tentang pakan ikan nila dari daun.

Dan pakan dari daun ini bisa diberikan secara langsung maupun diolah terlebih dahulu. Contohnya daun singkong. Kini ada cara membuat pakan ikan nila dari daun singkong.

Dan rata-rata peternak ikan nila yang memiliki daun singkong berlebih menggunakan cara ini untuk memenuhi kebutuhan pakan ikannya.

Selain itu juga ada pakan ikan organik atau pakan ikan alami yang dapat diberikan kepada ikan nila. Contoh salah satu yang kerap dilakukan peternak ikan, untuk pakan organiknya adalah dengan cara membuat pakan ikan nila dari dedak.

Sementara untuk yang alami bisa didapatkan dari cacing, maupun lumut, dan jenis lainnya, kita akan bahas lebih lengkap pada artikel berikut ini.

Namun pada intinya adalah berbagai macam cara dan jenis pakan yang tersedia merupakan pakan ikan nila agar cepat besar, baik secara organik, pemberian pakan daun, sampai dengan pemberian pakan ikan nila pelet.

Apalagi sebagian besar pembudidaya ikan tak langsung melepaskan saja pelet sebagai pakan untuk ikan nilannya. Terlebih harus kita akui ada banyak merk pelet untuk ikan nila yang sangat mudah didapatkan dengan bergaimacam formula dan kandungan nutrisinya.

Bahkan, sampai sampai di luar itu pun saya pernah mendapatkan cerita bahwa adanya cara membuat pakan nila dari kotoran sapi. Namun kita tak membahas sedetail itu. Yang kita akan bahas adalah sebagai berikut:

Pakan Ikan Nila

Seperti yang sudah kita perbincangkan di atas. Ada banyak sekali jenis pakan yang bisa digunakan. Dari pemberian pakan dedaunan, sampai pakan untuk ikan nila secara alami atau organik, serta dengan tetap mempertahankan pemberian pelet, baik pakan komersial, maupun buat sendiri.

Sehingga, dalam budidaya ikan nila nantinya, baik budidaya ikan nila di kolam air tenang, maupun di kolam beton, kolam tanah, dan lainnya tidak terlalu pusing bagaimana pengadaan dan penyediaan pakan.

Pakan Ikan Nila Alami

Adapun jenis pakan nila alami atau pakan organik untuk ikan nila kita sebagai pelaku budidaya ikan nila bisa memberikan ikan yang tengah dibesarkan tersebut dengan memberikan apa yang tersedia di alam.

Pakan alami ini pun masih dibagi berbagai jenis ada yang dari hasil limbah industri, limbah pertanian, limbah rumah tangga, maupun yang didatangkan karena faktor alam yang tumbuh secara alami.

Namun pakan alami untuk ikan nila ini dinilai penting sebagai makanan tambahan dalam budidaya ikan nila. Kenapa? Alasannya karena dapat menekan biaya produksi pembesaran ikan nila.

Karena dalam budidaya baik ikan apapun, biaya produksinya sangat besar. Contoh saja budidaya ikan mas, budidaya ikan gurame, sampai budidaya ikan nila. Jadi, pakan adalah sektoral yang tinggi dalam budidaya, yang biayanya lebih besar dari yang lain.

Maka, cara mengatasinya adalah dengan pemberian pakan alami yang mudah didapatkan baik limbah maupun lahir secara alami di alam. Misalnya, pakan alami untuk ikan nila yang diperoleh dari alam seperti:

1. Lumut, Pakan Alami Untuk Ikan Nila

Lumut bisa menjadi salah satu jenis makanan ikan nila karena mengandung banyak protein. Maka tak salah jika lumut menjadi salah satu jenis pakan ikan alami agar ikan cepat besar.

Lumut sebenarnya tak perlu dicari, karena sudah tersedia sendiri di kolam, apalagi yang menggunakan budidaya ikan nila di kolam beton, lumut tersedia banyak sekali. Dan sepengalaman saya tidak pernah habis, kecuali kolam dibersihkan.

Hanya saja, jika memang ketersediaan lumut di kolam habis, maka kita bisa mencari lumut untuk pakan ikan tersebut disungai dan di sawah. Hal ini hanya sekedar untuk memastikan makanan ikan nila pada pakan tambahannya tersedia dengan baik.

Bahkan, dalam budidaya ikan nila di kolam air tenang seperti sungai pun banyak sekali potensi pakan alam yang didapatkan ikan nila. Sebab, ikan nila adalah omnivora yang bisa memakan tumbuhan kecil yang ada di sungai, termasuk lumut.

2. Kutu Air, Makanan Ikan Nila Alternatif Dari Alam

Kutu Air pun demikian. Sangat mudah didapatkan sebagai salah satu pakan ikan dan untuk pembesaran ikan nila. Apalagi, ukuran kutu air yang kecil dan sangat cocok untuk makanan ikan nila anakan.

Kutu air ini dapat ditemukan baik di penjual pakan ikan hias maupun di sungai dan di selokan. Bahkan, cara budidaya ikan nila di kolam tanah juga bisa menghasilkan kutu air.

Hal yang harus diketahui tentang faktar kutu air sebagai salah satu pakan alternatif ikan nila ini ternyata sangat disarankan. Karena sebagai salah satu makanan ikan nila kecil, kutu air dapat membantu mempercepat pertumbuhan ikan.

3. Plankton dan fitoplankton

Selanjutnya ada plangkton dan fitoplankton. Pakan ikan alami ini bisa didapatkan di kolam ikan yang bersih dari sampah, lalu beri pupuk dan siram air.

Plankton untuk ikan nila ini disebut dengan makhluk-makhluk kecil yang menjadi makanana ikan nila. Kadar protein plangkton dan fitoplankton ini di antara 21-37 %.

4. Maggot, Pakan Ikan Nila Alami Berbentuk Larva Serangga

Pakan alami yang bisa didapatkan di alam adalah maggot. Maggot merupakan salah satu makhluk kecil berwarna kecoklatan  pemakan buah busuk. Maggot adalah bentuk larva dari serangga black soldier fly.

Akhir akhir ini begitu hits penggunaan maggot sebagai makanan ikan nila. Sebagai pakan alami untuk ikan nila, kadar protein maggot ini mencapai 45%.

Bahkan, sangking potensi dan besarnya protein maggot, kini maggot juga jenis usaha dibidang ternak baru, yakni dengan budidaya maggot. Maggot juga digunakan untuk mengganti pellet.

5. Artemia, Hewan Air Sebagai Pakan Ikan Nila

Artemia adalah jenis hewan air berukuran kecil yang baik untuk makanan ikan nila kecil. Artemia mengandung lemak dan protein yang banyak dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan nila. Ukuran artemia uper kecil seperti kutu air.

Pakan Ikan Nila Organik

Selanjutnya, pakan ikan nila organik. Sebenarnya ini masih berkaitan dengan pakan alami di atas. Hanya saja, ini lebih kepada limbah industri dan limbah rumah tangga. Adapun pakan organik hasil limbah industri dan limbah rumah tangga adalah sebagai berikut:

1. Dedak, Pakan Ikan Nila dari Limbah Pertanian

Pertama ada dedak. Dedak merupakan pakan dan campuran bahan pakan, baik untuk ikan, unggas, hewan ruminansia seperti sapi dan kambing.

Salah satu makanan ikan nila agar cepat besar sebagian peternak ikan nila memang menggunakan dedak sebagai unsur pakannya. Karena mudah didapatkan dan murah.

Dedak juga dinilai baik untuk ikan nila kecil. Hal ini dikarenakan ukuran dedak yang kecil sesuai dengan ukuran ikan nila. Diketahui, dedak adalah limbah pertanian atau giling padi yang mengandung karbohidrat baik untuk pertumbuhan ternak.

2. Sisa Nasi, Sisa Limbah Rumah Tangga Untuk Pakan Ikan

Kalau punya nasi sisa jangan buru buru dibuang, kasih aja ke ikan nila, sebagai pakan ikan, nasi bekas atau nasi sisa bisa menjadi makanan ikan nila yang mengenyangkan. Karena nasi mengandung karbohidrat dan protein tinggi.

Tentunya ini dapat memacu percepatan pertumbuhan ikan nila. Kita bisa memberikan dedak ke ikan nila ini baik secara langsung maupun dengan mencampurkannya dengan dedak.

3. Ampas Kelapa, Pakan Ikan Nila Agar Cepat Besar

Ampas kelapa, salah satu pakan alternatif yang dapat diberikan untuk ikan nila. Ampas kelapa merupakan limbah industri maupun limbah rumah tangga yang didapatkan dari pertanian.

Jadi, salah satu tips jika ingin irit dalam biaya pakan di budidaya ikan nila bisa memberikan ampas kelapa sebagai makanan yang mengandung karbohidrat dan protein. Pemberiannya bisa langsung, bisa juga dicampur dedak atau tepung ikan.

4. Sisa Sayuran, Pakan Ikan dari Sayur-Sayur Layu

Punya sayuran layu, atau sayuran di warung yang tak laku dan layu, jangan dibuang, bisa saja dijadikan pakan ikan. Ingat sayuran yang dimaksud mentah bukan matang.

5. Sisa Roti, Pakan Alternatif Ikan Nila dari Limbah Pabrik Roti

Bayangkan roti-roti yang diwarung warung, supermarket, mini market dan lain lain itu memiliki kadaluwarsa. Akan dikemanakan roti roti tersebut? Dibuang begitu saja? Tentu tidakkan. Dan salah satu caranya adalah dengan memberi sisa roti tak laku, basi, rusak tersebut menjadi pakan ikan.

6. Azolla Pinnata, Pakan Kering dan Basah Untuk Ikan Nila

Kebutuhan Azolla Pinnata adalah sebanyak 10%. Kebutuhan tersebut sangat efektif untuk menambah berat ikan. Azolla disebut juga mata lele. Pakan ini disajikan dalam bentuk kering maupun basah. Bisa juga ditaruh di atas kolam nila.

Namun yang baik adalah pakan dalam kondisi kering. Hal ini dikarenakan pemberian azolla basah mengandung terlalu banyak air sehingga nila hanya kenyang air dan sedikit protein. Azolla basah menyebabkan nila cepat kenyang, hemat pakan tapi kurus – kurus.

Pakan Ikan Nila dari Daun

Selanjutnya adalah pakan untuk budidaya ikan nila dari daun. Pakan dari daun ini bisa diberikan secara langsung kepada ikan. Berikut daun yang diberikan untuk pakan dalam budidaya ikan nila:

  • Daun Talas
  • Kangkung
  • Daun Singkong: Bisa juga dijadikan tepung daun singkong dan menjadi bahan campuran pembuatan pakan ikan.
  • Daun Petai Cina
  • Daun Anting Anting
  • Daun Pepaya
  • Daun Enceng Gondok
  • Azolla: Tumbuhan air tersebar di sawah.
  • Lemna SP: tumbuhan kecil hijau yang hidup di air. Mengandung protein 10-45 %. Lemna diberikan ke nila dalam kondisi basah maupun kering. Lemna kering secara online harganya 50.000 per kg.
  • Wolffia: tanaman berbunga ini disebut sebut sebagai tanaman berbunga yang terkecil di dunia. OLeh karena itu, Wolffia ini bisa diberikan sebagai pakan mulai dari tahap pembenihan ikan nila.

Jenis Pelet Ikan Nila

Dalam budidaya ikan, baik ikan nila maupun ikan lainnya, pelet tak boleh terlewat. Pelet ikan merupakan pakan yang banyak dipakai. Pelet dikenal sebagai pakan yang mengenyangkan dan sebagai asupan gizi.

Adapun jenis pelet ikan nila yang beredar di pasaran dan peternakan ikan adalah:

  • Pelet Terapung: Kandungan protein pelet terapung lebih besar bila dibandingkan jenis pelet tenggelam.
  • Pelet Tenggelam: Kandungan protein pelet tenggelam lebih kecil bila dibandingkan pelet terapung, itu sebabnya banyak peternak lele menggunakan pelet tenggelam pada saat ikan memasuki masa panen.

Adapun merk pakan pelet yang diberikan pada bibit ikan di antaranya:

  • PF 800: PF 800 pelet yang ukuran diameter 0.8 mm – 1 mm. Pelet ini diberikan pada ikan berumur 30-45 hari atau dengan ukuran 2-3 cm.
  • PF 1000; pelet ukuran diameter 1 mm – 2 mm, pada ikan berumur 45-60 hari atau ukuran 4 cm-7cm.

Adapun merk pakan pelet untuk pembesaran ikan nila di antaranya:

  • Pelet 781: 3 jenis pakan 781 yang dikenal yaitu 781-1, 781-2 dan 781-3. 781-1 (diameter 2-2,3 mm) diberikan pada masa awal tebar. 781-2 (diameter 2,4-3 mm) diberikan saat masa pertumbuhan atau pertengahan. 781-3 (diamter 3,2-4 mm) diberikan saat memasuki masa panen atau pada indukan lele.
  • Pelet LP.

Itulah informasi tentang ikan nila, dan pakannya, baik pelet, pakan alami dan organik, serta pakan dari daun, dan yang bisa dibuat sendiri. Semgoa artikel dari ayobudidaya.com ini bermanfaat. Sampai bertemu di artikel selanjutnya. Terimakasih. Salam.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *