Ikan Bawal

Ikan Bawal: Klasifikasi, Budidaya dan Manfaatnya

Ikan Bawal – Kali ini ayobudidaya.com akan mengajak kita semua untuk sama-sama mempelajari tentang banyak hal dari ikan bawal, dari bagian-bagiannya, yang terdiri dari sistemarikan, morfologi, anatomi, habitat, jenis, hingga manfaat.

Tak sampai disitu, bahkan kita juga akan memeplajari bagaimana cara budidaya ikan bawal, dari persiapan kolam, pemilihan dan perawatan induk, pemijahan, proses penetasan telur, pemeliharaan larva, pemilihan dan penebaran benih ikan bawal, sampai pada kualitas dan cara pemberian pakan ikan bawal itu sendiri.

Selanjutnya juga dari pembesaran dan proses panen, dan mengenal, mempelajari dan mengatasi hama dan penyakit ikan bawal. Tentunya informasi ini bisa kita simak bersama, berikut di antaranya:

Ikan Bawal dan Bagian-Bagiannya

Seperti yang kita ketahui bersama, nama latin ikan bawal yakni, Collossoma marcropomum. Yang merupakan ikan air tawar berasal dari Amerika Selatan.

Di Brazil, tepatnya, bawal banyak ditemukan di sungai Amazon dan sering juga ditemukan di Orinoco, Venezuela. Selain Indonesia, daerah persebaran ikan ini hampir di seluruh penjuru dunia.

Di Amerika dan Inggris sendiri, ikan ini disebut dengan red bally pacu karena bagian perutnya berwarna kemerahan, di Peru disebut gamitama, dan di Venezuela disebut Cachama.

Di Brazil ikan ini disebut tambaqui. Ikan ini sangat mirip dengan ikan piranha dengan ciri badan yang pipih memiliki warna kulit keperak-perakan, memiliki lubang hidung yang besar dan ujung sirip dada dan peru berwarna merah atau kuning.

Masuk ke Indonesia pertama kali sekitar tahun 1986. Awalnya ikan ini diperdagangkan sebagai ikan hias. Ikan ini merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki laju pertumbuhan yang sangat pesat dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya.

Bahkan berat badannya bisa mencapai 1 kg dari berat tebar seberat 100 gram, dalam waktu hanya tiga bulan saja. Namun ikan ini memang memakan daging (karnivora), dan jika pakan habis, ikan jenis ini bisa memakan sesamanya (kanibal).

Namun ikan ketika dewasa, ikan ini bersifat herbicora dan cenderung omnivora, dan memiliki rasa daging yang enak, hampir mirip daging ikan gurame, maka tak heran bawa menjadi ikan konsuymsi dan produksinya tiap tahun meningkat.

A. Sistematika Ikan Bawal

Bawal adalah salah satu jenis ikan air tawar yang mudah dibudidayakan. Ikan ini termasuk dalam ordo Cypriniformes dan masih berkerabat dekat dengan ikan piranha.

Klasifikasi ikan bawal adalah sebagai berikut:

  • Kingdom : Animalia
  • Filum : Chordata
  • Subfilum : Craniata
  • Kelas : Pisces
  • Subkelas : Neopterigii
  • Ordo : Cypriniformes
  • Subordo : Cyprinoidea
  • Famili : Characidae
  • Genus : Colossoma
  • Spesies : Colossoma macropomum

B. Morfologi Ikan Bawal

Morfologinya adalah sebagai berikut

  1. Bentuk Tubuh, secara umum memiliki warna abu-abu tua, pada tubuh bagian ventral berwarna merah pada bawal muda, dan akan memudar seiring dengan pertambahan umur. Daging berwarna merah, berserabut halus dan tidak amis.
  2. Kepala, berbentuk agak bulat, ukuran kecil di ujung kepala tetapi agak sedikit ke atas. Kepala diukur mulai dari mulut sampai dengan tutup insang. Lubang hidung agak besar dan bibir bawal menonjol, gigi besar dan tajam.
  3. Badan, bula oval dengan perbandingan panjang dan tinggi 2:1.
  4. Sirip, sebagai alat gerak. Ada 5 buah sirip, yaitu sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip anus, dan sirip ekor.

C. Anatomi Ikan Bawal

Terkait anatomi bawal adalah sebagai berikut:

  1. Sistem pencernaan, terdiri dari dua bagian, saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.
  2. Sistem pernafasan, Insang merupakan alat respirasi ikan, seperti paru-paru pada mamalia atau hewan darat lainnya.
  3. Sistem osmoregulasi, setiap organisme akuatik mempunyai tekanan osmotik yang berbeda dengan lingkungannya, olehy sebab itu, harus mencegah kelebihan air atau kekurangan air, agar proses fisiologis di dalam tubuh berlangsung normal.

D. Habitat Ikan Bawal

Bawal adalah jenis ikan yang biasa hidup bergerombol dalam jumlah yang kecil. Pakan alaminya adalah udang, siput, katak, dan ikan-ikan kecil lainnya.

Ikan jenis ini hidup di daerah yang aliran sungainya deras, tetapi ditemukan pula di daerah yang alirannya tenang, terutama saat bawalih berupa benih.

Ikan Bawal banyak ditemukan di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Untuk di Jawa Barat sendiri, bawal dapat terjual 500 juta ekor benih ke berbagai provinsi di Indonesia (dalam satu musim).

E. Jenis Ikan Bawal

Ikan bawal merupakan ikan yang ada di dua habitat, habitat air tawar dan air laut. Berikut ini beberapa jenis bawal air tawar dan bawal air laut.

1. Ikan Bawal Hitam

Bawal hitam adalah nama lokal. Nama internasionalnya black pomfret, dan nama latinya adalah stromateus niger. Pada umumnya jenis bawal hitam ini ada pada dasar perairan yang berlumpur, terutama daerah muara sungai.

Daerah sebarnya ada di seluruh perairan Indonesia, terutama laut Jawat, Selat Malaka, sepanjang perairan Kalimantan, Sulawesi Selatan, Laut Arafuru, ke utara sampai Teluk Bengal, Teluk Siam, sepanjang laut Cina Selatan, dan Filipina.

2. Ikan Bawal Putih

Bawal putih adalah nama lokal, atau biasa juga disebut dengan kuyli paser putih. Sementara, nama internasionalnya adalah silver pomfret. Nama latin bawal putih adalah pampus argenteus.

Daerah sebarnya di perairan pantai, payau, bahkan dapat hidup di perairan tawar. Hidup di perairan yang keadaan dasarnya berlumpur, sampai kedalaman 100 meter dan cenderung berada pada kedalaman 15-25 meter.

3. Ikan Bawal Air Tawar

Bawal air tawar adalah nama lokal. Nama internasionalnya red bally pacu, dan nama latinya Colossoma macropomum. Sementara, daerah sebarnya di Brazil dan Venezuela. Hidup bergerombol di aliran sungai yang deras, tetapi ditemukan juga di daerah yang alirannya tenang.

4. Ikan Bawal Bintang

Bawal bintang adalah nama lokal. Nama latinya adalah trachinotus blochii, dan daerah sebarnya atau habitat alaminya pada air laut murni. Namun ikan ini juga dapat hidup di air payau.

Tempat yang disukai daerah berkarang. Dan saat juvenile hidup di muara sungai dengan dasar berpasir atau pasir berlumpur. Penyebarannya di daerah pasifik, samudera hindia, kepulauan di Jepang dan wilayah China. Kemungkinan sampai Australia.

Manfaat Ikan Bawal

Manfaat ikan bawal sudah banyak yang menyadarinya. Kandungan nutrisi di antaranya kaya akan omega 3 dan omega 6 AA. Selain itu kandungan kalori dan karbohidrat lebih rendang dibandingkan ikan air tawar lainnya.

Sehingga, bawa baik dikonsumsi bagi orang yang sedang dalam program diet. Dan kandungan protein bawal lebih tinggi dibanding ikan gurame, lele dan mujair.

Manfaat Ikan Bawal Bagi Kesehatan Tubuh Manusia

Di antaranya sebagai berikut:

  1. Membantu tumbuh tinggi anak
  2. Menjaga kekebalan tubuh
  3. Mencegah penuaan dini
  4. Dapat mencegah osteomalasia
  5. Pertumbuhan otak anak
  6. Mencegah rakitis
  7. Mengatasi anemia

Budidaya Ikan Bawal

Terkait budidaya ikan bawal, sebelumnya ayo budidaya juga telah menuliskan beberapa informasi penting, di antaranya, sebagai berikut:

Pertama, pahami tentang syarat lokasi dalam melakukan pemeliharaan ikan bawal baik menggunakan kolam terpal ataupun menggunakan kolam beton yaitu :

  1. Tanah bertekstur liat lempung, tidak porous, subur, dan mempunyai sudut kemiringan sebesar 3-5%.
  2. Lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian 50-400 mdpl.
  3. Kualitas air harus baik, yaitu bebas dari polutan kimia, minyak, maupun limbak pabrik.
  4. Memiliki 26-28 derajat celcius.
  5. Dasar kolam berlumpur dan tidak terlalu keruh.
  6. Kedalaman kolam berkisar antara 80-100 cm.
  7. Sumber air mempunyai debit 3 liter/detik untuk sistem pemeliharaan tradisional serta 6-12 liter/detik untuk sistem pemeliharaan polikultur.
  8. Persiapan kolam ikan bawal ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Budidaya ikan bawal di kolam beton maupun budidaya ikan bawal di kolam terpal, informasinya sama persiapannya, yang membedakanya adalah material yang digunakan.

Sebelum melakukan budidaya pastikan kolam kering. Jika belum kering, lakukan pengeringan hingga dasar kolam. Tujuan pengeringan dasar kolam dalam budidaya ikan bawal adalah :

  1. Membasmi ikan-ikan liar yang bersifat predator atau kompetitor (pesain makanan).
  2. Mengurangi senyawa asam sulfida dan senyawa beracun lainnya yang terbentuk selama kolam terendam.
  3. Memungkinkan terjadinya pertukaran udara di permukaan kolam, dalam proses ini oksigen mengisi celah-celah dan pori-pori tanah.
  4. Setelah kering bisa beri kapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg/100 m2. Kolam pembesaran tidak perlu di pupuk.
  5. Jika mau dipupuk gunakan pupuk kandang 25-30 kg/100m2 dan TSP 3 kg/100m2. Pupuk kandang yang harus digunakan benar-benar sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan.

Setelah pemupukan, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 203 hari, kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman 40-60cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan.

Jika warna air sudah hijau terang, baru bibit ikan ditebar (biasanya 7-10 hari setelah pemupukan).

Pemilihan dan Perawatan Induk

Ciri-ciri ikan bawal jantan yang baik, diantaranya :

  1. Bentuk tubuh langsing.
  2. Warna kulit merah atau kemerah-merahan.
  3. Perut jika diraba terasa kasar.
  4. Lubang kelamin jika diurut akan mengeluarkan sperma berwarna putih.
  5. Umur ikan 3 tahun.
  6. Berat minimal 2 kg.

Ciri induk ikan bawal betina yang baik adalah:

  1. Bentuk tubuh melebar dan pendek.
  2. Warna kulit lebih gelap.
  3. Perut terasa lembek.
  4. Lubang kelamin berwarna merah.
  5. Umur 4 tahun.
  6. Berat minimal 2 kg.
  7. Telur induk betina yang sudah matang gonad dapat dilihat degan mengabil contoh telur menggunakan kateter.
  8. Induk jantan yang sudah matang gonad dapat diketahui cara stripping, yaitu memijit atau mengurut bagian urogenitalnya.
  9. Jika ikan yang diurut mengeluarkan sperma, maka ikan tersebut sudah siap untuk membuahi telur.

Cara budidaya ikan bawal dalam perawatan induk ikan bawal harus dipisahkan antara induk jantan dan betina di kolam perawatan agar terhindar dari pemijahan liar karena hasilnya tidak optimal.

Untuk meningkatkan kualitas induk, sebaiknya ikan bawal diberi pakan pellet yang memiliki kandungan protein tinggi pada pagi, suang, dan sore hari. Selain itu juga untuk anakkannya beri khusus jenis pakan ikan bawal agar cepat besar.

Pemijahan Ikan Bawal

Langkah dalam memijahkan induk ikan bawal :

  1. Ambil hormon menggunakan spuit sesuai dengan kebutuhan.
  2. Untuk menjamin hormon bawal dan bereaksi dengan baik di dalam tubuh induk, encerkan hormon tersebut dengan aquabidest dengan perbandingan 2-4 kali lipat.
  3. Tangkap induk betina lalu suntikkan pada bagian punggung sebelah kanan untuk penyuntikan pertama, dan punggung sebelah kiri untuk penyuntikan kedua.
  4. Pada penyuntikan kedua jumlah hormone juga sudah ditentukan seperti pada penyuntikan pertama.
  5. Induk-induk ikan bawal baik yang jantan maupun betina yang sudah selesai disuntik disatukan pada tempat pemijahan yang sudah disiapkan.
  6. Tutuplah kolam pemijahan dengan menggunakan bahan yang dapat menjaga induk-induk tidak loncat dari dalam wadah keluar.
  7. Amati proses pemijahannya, jika proses pemijahan ikan bawal sudah selesai, segera tangkap induk-induknya dan dipindahkan ke kolam pemeliharaan induk budidaya ikan bawal.

Makanan Bawal

Untuk makanan bawal bisa disimak lebih lanjut pada sub heder di atas, sudah dijelaskan, bisa pakan bawal yang buat sendiri, bisa juga didapatkan sendiri, atau beli pelet jadi untuk pakannya.

Selain itu beberapa hal yang bisa menjadi proses budidaya adalah Alat Yang Digunakan Dalam Budidaya Pembenihan Ikan dan strategi informasi lainnya yang menjadi refrensi. Semoga bermanfaat. Amiin. Salam.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *