Penanganan Hama dan Penyakit Pada Budidaya Belut

Cara Penanganan Hama dan Penyakit Pada Budidaya Belut

Cara Penanganan Hama dan Penyakit Pada Budidaya Belut menjadi salah satu hal terpenting yang harus dipelajari dalam usaha ternak belut. Karena dalam proses budidaya ancaman datang terberat adalah dari hama dan penyakit. Hama dan penyakit sangat berpotensi memberikan dampak buruk pada perkembangan belut.

Apalagi penyakit belut dapat mengancam kondisi kolam yang tidak kondusif. Artinya, jika salah satu ikan belut terjangkit penyakit, maka sangat berpotensi penyakit tersebut menulari pada ikan belut lainnya. Ini yang menyebabkan kerugian pada poduksi budidaya belut.

Maka dari itu, peternak belut memang harus memahami apa saja hama dan penyakit pada budidaya belut, dan bagaimana cara penanganan hama dan penyakit pada budidaya belut itu sendiri. Ini yang akan ayobudidaya.com bahas secara mendalam. Simak ulasan berikut ini cara penanganan hama dan penyakit pada budidaya belut.

Belut Mengalami Infeksi?

Jika kondisi tubuh belut tampa bercak-bercak merah, serta pendarahan pada bagian organ dalam seperti hati dan limpa? Maka ada beberapa indikasi belut terkena bakteri Aeromonas atau Pseudomonas. Kedua jenis bakteri ini dapat menyebabkan penyakit secara sistematik. Apabila tidak dilakukan penanganan segera akan menimbulkan kematian pada belut.

Tanda-tanda belut mengalami infeksi bakteri ini biasanya ditandai pendarahan di bawah kulit, insang, rongga mulut, bahkan terkadang menjalar hingga ke seluruh tubuh (terdapat bercak-bercak merah). Selain itu, lendir yang biasanya melekat pada kulit terasa berkurang.

Artikel terkait bisa dibaca juga:

Cara Membuat Pakan Belut Organik dan Alami

Proses Reproduksi Belut yang Harus Kamu Ketahui

Akibatnya, tubuhnya yang biasanya licin terasa kering dan kasar. Selain itu, dalam organ dalam terjadi pembengkakan pada hati, limpa dan empedu. Bakteri ini membuat belut kehilangan keseimbangan dan lemas. Belut cenderung diam tanpa pergerakan yang lincah dan posisi tubuhnya terlentang (posisi perut diatas). Pada akhirnya belut pun beberapa hari akan mati.

Lalu apa obat belut untuk mengatasi bakteri Aeromonas ini, sehingga belut tidak mengalami infeksi? Metode Penanganan Hama dan Penyakit Pada Budidaya Belut ini bisa dilakukan, yakni dengan memberikan obat antibiotik, seperti amipillin atau amoksilin.

Namun, sebenarnya pemberian obat antibiotik ini apabila dosisnya kurang tepat, hanya akan menambah penderitaan belut saja. Sebagai solusinya alternatif obat antibiotik ini bisa digantikan dengan memanfaatkan pelepah pisang yang sudah mengalami pembusukan.

Jadi cara penanganan hama dan penyakit pada budidaya belut bisa dilakukan secara alami dan organik tanpa menggunakan pesitisida belut maupun obat-obatan lainnya. Sehingga penyakit belut dan obatnya ini bisa digantikan dengan pelepah pisang yang dianggap sebagai media antiseptik yang mampu meredam pertumbuhan bakteri aeromonas dan pseudomonas.

Selain itu, pelepah pisang memicu timbulnya cacing-cacing kecil yang dapat menjadi sumber makanan baru bagi belut. Nah hanya saja memang dalam cara ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan, hal ini dimaksud agar pelepah pisang saat diberikan pada belut tidak berakibat buruk.

Jadi, pelepah pisang perlu dilakukan pemrosesan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kolam. Hal ini sangat penting, lebih-lebih jika pelepah pisang yang masih baru atau segar. Efek getah yang dihasilkan akan menyebabkan air menjadi asam. Pelepah pisang ini juga cukup manjur dalam menekan angka kematian di kolam penampungan.

Ini juga artikel terkait yang bisa dibaca:

Cara Memilih Belut Berkualitas Terbaik

Cara Budidaya Belut Secara Sederhana Hasil Luar Biasa

Menurut pengalaman peternak ikan yang saya temui, belut dalam kolam dapat bertahan hingga 2 bulan lebih hanya dengan menambahkan pelepah pisang yang sudah diproses dan sedikit aliran air dengan debit kecil. Itu sih penanganan hama dan penyakit pada budidaya belut yang bisa kita pelajari. Semoga bermanfaat.

Admin Ayo Budidaya Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *