Budidaya Bibit Lele

Lengkap! Ini Cara Mudah Budidaya Bibit Lele

Budidaya Bibit Lele yang mudah dan tepat? Berikut ini Ayobudidaya.com akan menjelaskan dengan detail dan rinci serta lengkap tentang bagaimana budidaya bibit lele harus dilakukan oleh para peternak yang akan melakukan bisnis usaha dibidang pembibitan ikan lele.

Dalam budidaya bibit lele ada beberapa hal yang harus kita ketahui, misalkan, seperti bagaimana cara menetaskan telur lele, cara pemijahan ikan lele yang baik dan benar, analisa usaha pembenihan ikan lele, ukuran benih lele siap panen berkisar di ukuran berapa, bahkan sampai pada cara pembesaran ikan lele dan lain halnya. Seperti catatan berikut ini tentang apa saja yang harus diperhatikan dalam melakukan usaha budidaya bibit lele?

  • Masa pemijahan, ikan lele akan membutuhkan waktu sekitar 12-24 jam untuk pemijahan.
  • Masa telur, telur yang sudah dibuahi oleh lele pejantan akan menjadi nener (benih kecil ikan lele) dalam jangka waktu 3-5 hari.
  • Masa pertumbuhan lele mulai dari seukuran benih sampai ukuran 5-6 cm diperlukan waktu 40-50 hari.
  • Masa pertumbuhan lele dari ukuran 5-6 cm sampai ukuran 8-10 cm akan diperlukan waktu sekitar 10-15 hari.
  • Masa pertumbuhan lele dari 8-10 cm hingga siap panen yakni berat 12.5-15 ons diperlukan waktu sekitar 40-50 hari.

Selanjutnya silahkan mengkalkulasikan sendiri biaya yang diperlukan, berapa modal yang harus disiapkan dan berapa keuntungan yang bisa diraup dalam menekuni budidaya ikan lele.

Selain itu juga, dalam budidaya ternak ikan lele yang harus juga diperhatikan adalah, bagaimana dengan penyebaran bibit ikan lele yang baik. Penyebaran bibit lele ke dalam kolam merupakan salah satu proses yang paling penting. Proses penyebaran bibit harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan juga sebaiknya menebarkan benih secara bertahap. Hal ini dilakukan agar bibit ikan lele yang baru disebar bisa berkembang dengan baik dan tidak stres.

Bibit ikan lele yang disebarkan ke dalam kolam haruslah dengan hati-hati dan hindari menyebarkannya dengan cara sekaligus. Sebaiknya, tebarkanlah benih-benih dengan cara sedikit demi sedikit sehingga benih yang telah disebar ada yang mampu bertahan hidup dengan baik dan tidak mengalami strees. Sebarkanlah dengan cara bertahap dengan cara mengambil satu gayung ikan lele kemudian ditaruh dengan perlahan-lahan, begitu terus hingga bibitnya telah habis disebar. Hal ini akan menghindari akan kecendrungan stress bagi bibit lele.

Baca : Cara Beternak Lele dan Prospek Bisnisnya

Baca : Analisa Budidaya Lele 1000 Ekor Untung Besar

Usia/Umur Dalam Budidaya Bibit Lele yang Harus Diperhatikan

  • Usia 1 – 4 Hari

Umur ini merupakan umur yang paling rawan, sehingga kamu harus sangat berhati-hati. Karena pada usia segini banyak bibit ikan lele yang akan mengalami kematian. Hal ini perlu kamu perhatikan adalah kualitas dari air penampungannya serta suhunya. Sebab ketika kualitas air dan suhunya sering berubah, akan membuat bibit ikan lele lebih cepat mati. Sedangkan untuk makannya, kamu bisa mengkulturkan plankton yang berfungsi sebagai makanan sampingan. Sebab bibit ikan lele ini masih mempunyai cadangan kuning telur yang merupakan makanan pokoknya.

  • Umur 5 – 15 Hari

Pada umur ini, kuning telur sudah mulai habis. Maka kamu tidak perlu mengkultur plankton lagi. Kamu cukup menggantinya dengan cacing darah atau cacing sutra untuk mencukupi kebutuhan gizi bibit ikan lele. Tebarkan merata dan jangan terlalu banyak, kamu cukup memberikannya 2X sehari. Kamu tetap harus memperhatikan kebersihan airnya, ketika sudah kotor maka kamu harus cepat menggantinya.

  • Umur 15 – 25 Hari

Pada umur ini, kamu sudah dapat memberi pakan pelet kepada ikan lele tersebut. Pakan pelet yang diberikan bisa berbentuk serbuk. Disarankan untuk pemberian pakannya adalah 4X sehari dengan presentasi 30% dari jumlah benih. Sedangkan untuk takarannya, disesuaikan saja dengan keperluan. Jika ikan lele masih lapar, kamu bisa memberikannya lagi. Pada usia ini kamu bisa memperhatikan terdapat lele yang berukuran mulai besar dan ada pula yang ukurannya masih kecil.

Kamu harus mulai mengurangi kepadatan kolam dengan memisahkan antara ikan lele yang berukuran besar dan yang berukuran kecil. Karena ikan lele memiliki sifat kanibal. Jika dia lapar, maka dia akan memakan ikan lele yang ukurannya lebih kecil.

  • Umur 25 – 30 Hari

Pada umur ini, kamu dapat memberikan pakan berupa pelet yang berukuran kecil. Untuk pemberiannya sebaiknya dilakukan sebanyak 3 kali sehari. Kamu juga harus melakukan seleksi pada ikan lele. Tujuannya agar untuk mengurangi kepadatan kolam dan untuk mencegah terjadinya kanibalisme pada ikan lele.

  • Umur 30 –  40 Hari

Pada umur segini, ikan lele sudah masuk ke dalam umur panen. Kamu harus menseleksi kembali lele yang berukuran besar. Lebih baik seleksi dilakukan beberapa kali dalam sehari dan dilakukan ketika pagi hari atau sore hari agar ikan lele tidak mudah stress.

Cara Menentukan Bibit Lele yang Baik dan Berkualitas

Agar hasil budidaya lele dalam hal ini budidaya pembesaran bibit ikan lele bisa maksimal tentu kita harus memilih bibit yang baik. Untuk itu dalam budidaya bibit lele juga harus menghasilkan kualitas bibit lele yang baik dan berkualitas. Pembenihan ikan lele membutuhkan keahlian dan ketelitian yang tinggi.

Dalam menentukan bibit ikan lele unggulan, pilihlah yang ciri-cirinya tidak cacat, bentuk tubuhnya baik, warnanya cerah dan gerakannya lincah. Bibit yang berumur sekitar 60 hari dan berukuran kurang lebih 5 sampai 6 centimeter baru dapat diletakan di kolam pembesaran.

Baca Juga : Untung Rugi Ternak Lele, Silakan Dipertimbangkan

Cara Memilih Bibit Lele yang Berkualitas

Pemilihan bibit ikan lele yang berkualitas sangat penting dalam membudidayakan ikan lele. Hal ini akan menentukan tingkat keberhasilan dari budidaya ikan lele. Pasalnya jika kamu salah dalam memilih benih, maka usaha budidaya ikan lele bisa mengalami kegagalan.

Lalu bagaimana caranya memilih bibit ikan lele yang benar-benar berkualitas? Terdapat beberapa kriteria atau ciri-ciri penting yang harus kamu perhatikan sebelum memilih bibit ikan lele. Berikut merupakan beberapa cara singkat yang dapat kamu gunakan untuk memilih bibit ikan lele yang berkualitas.

  • Lakukan sertifikasi bibit lele pada usaha budidaya ikan lele yang Anda lakukan. Ini untuk memperkuat keyakinan masyarakat bahwa bibit lele yang dijual dari kita berkualitas baik dan unggul.
  • Amatilah Gerakan dan Fisik Benih Ikan Lele : Jika dilihat dari segi fisik, maka benih ikan lele yang benar-benar berkualitas tentu mempunyai ukuran tubuh yang berkualitas. Baik itu dari ukuran badannya maupun ukuran kepala yang seimbang, tidak terdapat cacat dan tidak pula terdapat luka.
  • Bibit lele yang berkualitas juga mempunyai warna tubuh yang mengkilap dan cerah. Selain itu, ciri lainnya adalah ikan lele mempunyai gerakan yang lincah, aktif, serta tidak menggantung atau menggerombol pada bagian ujung kolam. Karena jika ikan lele kelihatan malas bergerak atau aktif, maka itu menunjukkan ada yang salah dengan kesehatan atau fisik dari ikan lele tersebut.
  • Ukuran yang Cenderung Sama : Karena sering kali kita temui ukuran benih ikan yang justru tidak sama. Padahal kondisi tersebut bisa mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan ikan lele menjadi tidak serempak pula.
  • Riwayat Penyakit : Nah untuk mencari induk pun kita harus bisa memastikan dan memperhatikan tentang riwayat kesehatan ikan lele yang mau kamu jadikan sebagai bibitannya. Jika bibitan ikan lele pernah sakit tanyakan bagaimana kronologisnya dan bagaimana cara penanganannya.
  • Apakah menggunakan vitamin, anti biotik, ataukah menggunakan probiotik. Tidak disarankan menggunakan anti biotik dengan dosis yang terlalu berlebihan karena bakteri akan bersifat kebal sehingga memerlukan dosis yang lebih tinggi lagi.

Nah itulah cara pembenihan ikan lele yang bisa kita terapkan dalam usaha budidaya bibit lele. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa mengoptimalkan kualitas bibit lele yang sedang dibudidayakan.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *