Cara Mengawinkan Ikan Cupang

Cara Mengawinkan Ikan Cupang Agar Berhasil

Ayobudidaya.comCara Mengawinkan Ikan Cupang sangatlah mudah, kita hanya butuh bebera[a petunjuk dan praktik agar proses pengawinan ternak ikan cupang berhasil.

Dalam hal ini tentunya yang bisa kita pelajari lebih dahulu bagaimana cara cara mengawinkan ikan cupang agar cepat bertelur. Inilah yang ayo budidaya kerap mendapatkan pertanyaan yang masuk dalam pesan email.

Beberapa di antaranya juga mempertanyakan tenang bagaimana teknik atau cara mengawinkan ikan cupang giant, ada juga yang bertanya tentang cara mengawinkan ikan cupang koi.

Bahkan beberapa peternak yang sempat penulis temui ada yang mengawinkan ikan cupang dengan daun ketapang, lalu bagaimana cara mengawinkan ikan cupang tanpa daun ketapang?

Nah tentu ini menjadi bagian penting dalam cara ternak ikan cupang. Nah sebelum lebih lanjut tentunya agar prosesi mengawinkan ikan cupang ini berhasil yang perlu dipelajari juga adalah tentang bagaimana cara membedakan ikan cupang jantan dan betina.

Lalu, beberapa di antara lainnya adalah tentang ciri ciri ikan cupang betina siap kawin. Namun yang perlu diketahui adalah ikan cupang merupakan ikan yang agresif.

Lalu apa lagi yang kira kira patut kita perhatikan dalam proses perkawinan ikan cupang agar berhasil cepat betelur dan menetas hingga menjadi bibit ikan cupang yang berkualitas baik.

Yang Perlu Diperhatikan Dalam Cara Mengawinkan Ikan Cupang

Jadi sebelum mengawinkan ikan cupang, kenali dulu sifat sifat dari ikan cupang yang akan dikawinkan, baik ikan cupang betina maupun ikan cupang jantan.

Pada intinya untuk ikan cupang jantan tidak bisa diletakan dalam satu wadah. Ia harus dipisah. Begitu dikawinkan tidak bisa menggunakan banyak pejantan dalam satu wadah. Karena ikan cupang jantan yang berada dalam satu wadah akan berkelahi.

Bahkan untuk satu pejantan ikan cupang tidak boleh lebih dikawinkan dengan banyak betina, dalam satu wadah tempat kawin ikan cupang jantan diberikan cukup 2 sampai 3 betina.

Nantinya kita bisa mengenali perbedaan ikan cupang jantan dan ikan cupang betina. Sama seperti ciri ciri ikan lele jantan dan betina yang memiliki perbedaan.

Jantan dan betina kita ketahui perbedaanya dapat terlihat dari penampilan fisiknya. Perbedaan antara cupang betina dan cupang jantan pada warna dan siripnya.

Kita ketahui bahwasannya, ikan cupang jantan terdapat warna yang cerah dan sirip yang panjang. Sementara, ikan cupang betina memiliki warna lebih kusam dan memiliki sirip pendek.

Tata Cara Mengawinkan Ikan Cupang

Cara Mengawinkan Ikan Cupang
Cara Mengawinkan Ikan Cupang

Lalu bagaimana tata cara yang bisa kita lakukan dalam mengawinkan ikan ikan cupang yang dimiliki. Tenang, tak perlu panik. Caranya cukup mudah.

Yang pertama adalah kenali faktor penting dalam keberhasilan beternak ikan cupang, di antaranya seperti waktu kawin, pengetahuan dalam mengawinkan ikan cupang, kesabaran peternak untuk mengawinkan cupang, dan komitmen untuk hasilkan benih yang baik dan berkualitas.

Nah, jika sudah kita bisa cermati penjelasan di atas, selanjutnya adalah yang perlu kita ketahui bahwa ikan cupang menghasilkan 600 telur dalam sekali bertelur.

Ada banyak sekali ya. Ini satu ikan cupang loh. Jadi dari 600 telur itu perkiraanya akan jadi 500 benih ikan cupang yang menetas. Terlebih jika prosedur mengawinkan ikan cupang yang dilakukan tepat dan baik.

Namun memang dalam proses berjalannya dalam budidaya ikan cupang dan cara mengembangbiakan memerlukan investasi waktu dan keuangan yang tak sedikit.

Dan dalam hal ini yang patut dipikirkan adalah tidak semua yang dilakukan akan langsung untung, sehingga dalam hal ini tidak bisa bicara untung rugi ternak ikan cupang. Karena semua butuh waktu dan proses.

Namun beberapa di antaranya yang bisa dimaksimalkan dalam mengawinkan ikan cupang adalah sebagai berikut:

1. Seleksi Indukan Ikan Cupang Jantan dan Betina

Pertama yang bisa dilakukan dan turut dilakukan adalah melakukan seleksi indukan. Jadi, ketika membeli sepasang ikan cupang yang dewasa untuk diternakan kembali pastikan umur ikan cupang tidak lebih dari 14 bulan.

Selain itu, ukuran antara ikan cupang jantan dan ikan cupang betina hampir sama, demikian dengan warnanya pilihlah yang cerah, dan tak terdapat luka atau dalam keadaan cedera, atau sisik ikan yang hilang.

Jadi perhatikan apakah di setiap setiap bagian tubuhnya ada pembengkakan atau tidak, termasuk dalam insangnya, pilih yang baik tanpa pembengkakan yang terlihat.

Untuk memastikan indukan baik ada cara yang sederhana yang bisa dilakukan, di antaranya dengan membeli indukan di tempat yang baik dan menjamin kualitas ikan cupangnya baik.

Ini memang sekedar tentang sifat genetik, namun ini sangat penting untuk kita perhatikan. Terlebih soal latar belakang genetik ikan cupang yang dihasilkan dipastikan sehat dan tidak sakit sakitan.

2. Jenis Ikan Cupang Yang Dikawinkan

Selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah jenis jenis ikan cupang yang akan digunakan untuk budidaya atau proses pengawinan.

Kita ketahui ada 10 kelompok spesies ikan cupang yang bisa dibudidayakan, bahkan ada 42 jenis ikan cupang. Masing masing ikan cupang memiliki metode kopulasi yang masing masing berbeda-beda.

Seperti di antaranya, bubblenesters yang mencakup spendens, bellica, dan coccina yang dapat membuat sarang gelebung untuk mendukung telur ikan cuoang.

Selanjutnya ada Mouthbrooders, contohnya seperti forest betta atau green throat mouthbrooder, ikan cupang jantan spesies inti membawa telur di leher ikan.

3. Persiapan Untuk Mengawinkan Ikan Cupang

Selanjutnya adalah persiapan alat dan bahan yang akan digunakan untuk mengawinkan ikan cupang. Di antaranya pertama adalah wadah ikan cupang.

Yang perlu dilakukan adalah persiapan wadah sekitar 5-10 galon yang setiap wadahnya harus dipisah dan dapat dilepas, lalu diletakan di tempat persembunyian yang gelap, dengan pemanas yang dapat diatur dengan suhu 26 derajat celcius atau gunakan suhu ruang.

Di dalam wadah yang perlu diperhatikan adalah tidak ada tambahan batu krikil, pasir atau apapun di dalam wadah. Karena hal ini bisa membuat hilang telur ketika jatug ke bawah.

Lalu setiap wadah yang digunakan dilakukan tata cara pengenalan ikan cupang satu sama lain, jadi letakan ikan di sisi sisi yang berlawanan. Ini dilakukan untuk membiasakan ikan satu sama lain, antara jantan dan betina.

Biarkan masing masing tidak menunjukan afresivitas, justru ketika agresif berbahaya, jangan sampai jantan menyerang betina dengan ganas. Namun biarkan agresivitas memburu betina untuk kawin, artinya jantan sudah tertarik dengan betina.

Jadi selanjutnya yang bisa dilakukan adalah mengamati prilaku ikan cupang jantan. Ketika ia tertarik ia akan berenang menampilkan ketampanannya kepada betina, yakni dengan pamer siripnya yang indah.

Lalu, ikan cupang betina menunjukan garis vertikal pada tubuh dan kepalanya yang menunduk tanda menerima. Jadi agresiv perhatian gerakan ingin pamer tak apa, tapi jika salah satu atau sama lain menyerang segera pisahkan, coba dengan pasangan lain.

4. Waktu Kawin Ikan Cupang

Nah selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah waktu ikan cupang kawin. Jadi ada beberapa yang bisa kita perhatikan dalam hal ini, terutama pada ikan cupang jantan yang akan membangun sarang sarang gelembung ketika sang jantan sudah siap kawin.

Nantinya cupang betina juga akan tunjukan prilakukanya, ia akan sangat khas dan patu dengan perut kembungnya, artinya ia sudah siap untuk bertelur.

Jika ini sudah terjadi, maka yang bisa dilakukan adalah dengan melepaskan cupang betina di wilayah cupang jantan atau lepas pemisah.

Jadi nantinya akan ada gerakan gerakan seperti ikan cupang jantan yang akan mengganggu ikan cupang betina, caranya biasanya dengan menggigit sirip ikan betina dan bahkan sampai mengejar-ngejar cupang betina.

Biarkan saja jika tidak ada masalah yang mengancam bagi ikan cupang betina. Namun jika merasa terancam segera pisahkan. Nantinya jika ada dibawah sarang gelembung, ikan cupang jantan dan betina akan saling berpelukan.

Jika ini terjadi, maka biasanya prosesnya untuk membantu menekan -nekan telur untuk keluar dari ovipositor betina. Selanjutnya adalah, ikan cupang jantan akan berenang dan mengambil telur-telur yang terjatuh.

Sementara selanjutnya, telur itu akan ditaruh satu per satu di sarang, dan keduanya akan berulang kali berpelukan lagi sampai cupang betina berhenti mengeluarkan telur.

Sementara ketika ikan cupang berhenti mengeluarkan telur, ikan cupang betina akan membantu cupang jantan untuk membawa telur telurnya ke sarang.

Kita dalam hal ini kembali awasi ikan cupang betina, sebab bisa saja ikan cupang betina akan memakan telur telurnya. Jika terjadi demikian, maka yang perlu dilakukan adalah pindahkan cupang betina di sisi yang lainnya.

5. Penanganan Ikan Cupang Yang Menetas

Langkah selanjutnya adalah ketika ikan cupang sudah dipastikan lahir dan menetas, yang perlu dilakukan adalah dengan mengeluarkan ikan cupang tersebut.

Jadi, setelah sekitar kurang lebihnya tiga hari, akan terlihat anak anak ikan cupang yang berenang, mereka keluyar dari sarang gelembungnya.

Apa yang harus dilakukan dalam hal ini, yang perlu dilakukan adalah mengeluarkan cupang jantan dan betina dari wadah perkawinan mereka, lalu, tempatkan keduanya secara terpisah.

Nah baru anak ikana cupang rutin diberi makan. Beri makan dua kali sehari. Salah satu jenis makanannya adalah microworm hidup.

Lalu, ketika anakan ikan cupang sudah berusia sekitar satu minggu baru bisa diberi makan dengan jenis makanan baby brine shrimp.

Dalam hal ini jangan lupa juga periksa kondisi lingkungan ikan cupang. Sama seperti saat pengawinan, anak cupang perlu suhu sekitar 26 derajat celcius di dalam suhu ruang.

Nah baru peningkatan jumlah pakan juga perlu dilakukan sampai ikan lebih besar dan diletakan di tempat yang lebih besar. Kondisi air juga dipertimbangkan setiap dalam pemberian pakan, agar tidak terinfeksi bakteri dan virus.

Cara Merawat Anak Ikan Cupang

Selanjutnya yang bisa dipelajari adalah tentang bagaimana cara merawat anak ikan cupang. Dalam hal ini yang bisa diperhatikan ketika anak ikan cupang sudah berusia sekitar 1 bulan, perlahan-lahan hentikan pemberian makan ikan cupang hidup.

Ganti pakan hidup dengan pellet atau frozen dried flake. Terutama bagi ikan cupang yang sudah berusia 5-8 minggu. Dalam usia ini juga pisahkan antara ikan cupang jantan dengan jantan lainnya.

Kita bisa gunakan tempat yang transparan, cangkir, gelas, botol atau apapun yang bisa digunakan untuk memelihara ikan cupang untuk hidup dan tumbuh berkembang.

Namun yang perlu diketahi adalah ikan cupang jantan tidak makan sehari atau dua hari, jadi bisa dibantu merangsang nafsu makan dengan memberi sedikit demi sedikit makanan hidup.

Lalu, yang bisa dilakukan selanjutnya adalah pisahkan cupang jantan dengan pemisah buram, karena mereka dapat menjadi terlalu lelah karena terus mencoba menyerang cupang jantan lain yang berada di tempat terpisah.

Untuk masa depan anakan ikan cupang juga adalah ketika umur 10-11 minggu, nantinya kita bisa jual anakan ikan cupang ini, dan bisa mengawinkannya kembali untuk proses budidaya selanjutnya.

Baca Juga: Keuntungan Ternak Cupang, Ini Faktanya

Jadi itulah secara sederhana yang bisa kita pelajari tentang bagaimana cara mengawinkan ikan cupang. Tentunya masih ada banyak cara yang bisa kita gunakan.

Namun kesimpulannya adalah dalam mengawinkan ikan cupang agar berhasil dan cepat bertelur hingga menetas adalah setiap periode dan prosesnya dilakukan dengan baik.

Sehingga dalam prosesnya penanganan dapat memaksimalkan produksi panen benih ikan cupang yang dihasilkan dari telur yang dibuahi.

Sekian yang bisa disampaikan, semoga informasi ini dapat bermanfaat. Terimakasih. Salam.

Kaseto Efendi Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *