cara budidaya udang vaname

Cara Budidaya Udang Vaname di Berbagai Media Kolam

Cara Budidaya Udang Vaname – Siapa yang tak kenal dengan udang vaname atau juga disebut dengan udang vannamei? Udang vaname merupakan salah satu jenis udang introduksi yang akhir-akhir ini banyak diminati.

Alasan kenapa udang vaname banyak diminati masyarakat, jawabannya karena jenis udang ini memiliki banyak keunggulan. Nah, keunggulan dari udang vaname adalah sebagai berikut:

  • Udang vaname tahan penyakit
  • Pertumbuhan budidaya udang vaname cepat (yakni, masa pemeliharaan 100-110 hari)
  • sintasan selama pemeliharaan tinggi dan nilai konservasi pakan FCR rendah (1:1,3).

Untuk itu, kali ini kita akan lebih dekat mengenal udang vaname dan bagaimana cara budidaya udang vaname baik budidaya udang vaname secara tradisional, maupun cara budidaya udang vaname secara modern.

Atau bahkan dengan menggunakan berbagai metode media kolam dalam melangsungkan usaha budidaya udang vanamenya. Berikut informasi selengkapnya:

Karakteristik Udang Vaname

Pertama, kita akan bahas terlebih dahulu karakteristik udang vaname. Jadi sebelum lebih jauh kepada teknik pembesaran udang vaname atau cara budidaya udang vanamen, kita mengenal terlebih dahulu karakteristik udang vanamen.

Nama latin udang vaname adalah litopenaeus vannamei. Makanya jenis udang ini selain dikenal di Indonesia dengan sebutan udang vaname, tetapi juga disebut dengan detil yakni udang vannamei.

Udang vaname merupakan salah satu jenis udang konsumi yang berasal dari kawasan sub tropis. Akan tetapi, karena daya tahan udang ini yang cukup hebat, udang ini juga dapat dikembangkan di daerah tropis seperti Indonesia dengan teknik atau cara budidaya udang vaneme yang baik dan tepat.

Namun, lebih tepatnya, udang vannamei merupakan udang asli perairan Amerika Latin. Udang ini dibudidayakan mulai dari pantai barat Meksiko ke arah selatan hingga daerah Peru.

Saat ini, beberapa petambak di Indonesia mulai mencoba membudidayakan udang vannamei karena hasil yang dicapai sangat luar biasa.

Sejarah Produksi Udang Vaname di Indonesia

Dan sebelum memasuki informasi lebih detil tentang cara budidaya udang vaname, saat ini kita terlebih dahulu mengenal sejarah atau awal mula pembudidayaan udang vaname di Indonesia.

Awal mulanya adalah, di saat produksi udang windu yang beberapa waktu terakhir mengalami penurunan produksi karena serangan penyakit. Terutama penyakit bercak putih atau disebut dengan penyakit white spot syndrome virus.

Nah, kehadiran udang vaname ini diakui sebagai penyelamat dunia pertambakan udang Indonesia. Petambak mulai bergairah kembali, begitu pula para operator pembenihan udang.

Bahkan, sampai operator mulai membenihkan udang vaname untuk dapat memenuhi kebutuhan petambak dan kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi udang sebagai pemenuhan kebutuhan protein.

Dan awal mula pembudidayaan udang vaname dilakukan pertama kalinya di Jawa Timur. Saat itu, petambak Jawa Timur begitu antusias terhadap udang vaname, bahkan 90% petambak mengganti komoditas budidaya dari udang windu menjadi udang vaname.

Cara Budidaya Udang Vaname

Semakin berpotensi udang vaname di Indonesia, tentu kita atau pelaku usaha petambak udang butuh refrensi bagaimana cara budidaya udang vaname yang baik dan benar.

Ada banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan pada budiadya udang vaname ini. Baik dalam budidaya udang vaname secara tradisional, dan teknik pembesaran udang vaname dengan cara budidaya udang vaname dengan plastik mulsa.

Selain plastik mulsa, juga bisa dengan cara budidaya udang vaname di kolam terpal, budidaya udang vaname tanpa pakan, cara budidaya udang vaname air tawar, maupun budidaya udang vaname di kolam kecil.

Namun, pada dasarnya adalah rutin dan tekun ketika menggeluti usaha atau bahasa lainnya melakukan budidaya udang vaname intensif.

Nah sebelum melakukan budidaya, tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya sifat udang yang akan dibudidaya tersebut. Kenapa? Hal ini berkaitan dengan perlakuan dan cara budidayanya.

1. Sifat Udang Vaname

A. Nocturnal

Secara alami udang merupakan hewan nocturnal yang aktif pada malam hari untuk mencari makan. Sedangkan siang hari sebagian dari mereka bersembunyi di dalam substrat atau lumpur.

Begitu juga dengan udang vaname. Maka, di tambak budidaya peternak udang dapat melakukan feeding dengan frekeunsi yang lebih banyak untuk memacu pertumbuhannya.

B. Kanibalisme

Udang suka menyerang sesamanya. Udang sehat akan menyerang udang yang lemah, terutama pada saat molting atau udang sakit. Sifat kanibal akan muncul terutama bila udang tersebut dalam keadaan kurang pakan dan padat tebar tinggi.

C. Pakan dan kebiasaan makan (feeding behaviour)

Udang vaname hidup dan mencari makan di dasar perairan atau istilahnya disebut benthic. Udang vaname merupakan hewan pemakan lambat dan terus menerus digolongkan ke dalam hewan pemakan segala macam bangkai atau istilahnnya omnivorous scavenger).

Baca Juga: 9 Manfaat dan Kandungan Gizi Udang Untuk Kesehatan

Atau nama lainnya adalah pemakan detritus dan karnivora yang memakan krustacea kecil, amphipoda dan polychaeta.

D. Molting

Udang vaname melakukan ganti kulit atau molting secara berkala. Frekeunsi molting udang vaname menurung seiring dengan makin besarnya ukuran udang.

Pada staidum larva terjadi molting setiap 30-40 jam pada suhu 28 derajat celcius. Sedangkan juvenile degan ABW 1-5 gram mengalami molting  setiap 4-6 hari, selanjutnya pada ABW 15 gram periode molting terjadi sekitar 2 minggu sekali.

2. Persiapan Tambak

Baik tambak lama maupun tambak baru maka yang harus dilakukan adalah pengolahan tanah untuk memastikan bahwa tanah tidak lagi menyimpan organisme penyakit.

Pengolahan tanah ini meliputi perbaikan pematang dan saluran serta pendalaman dan perataan dasar tambak. Hal ini dimaksudkan agar pematang dapat menahan air dengan baik, tidak rembes dan tidak bocor.

Selanjutnya adalah pengangkatan lumpur sebanyak 5-10 cm sebaiknya dilakukan pada saat lumpur tambak dalam kondisi lembab, Karena dengan cara ini lumpur dapat diangkat secara sempurna.

Pengkatan lumpur pada saat dasar tambak berair dapat berakibat senyama-senyawa beracun dan mikroba patogen akan jatuh kembali ke dalam tambak.

Pengeringan pun dilakukan setelah tambah dalam keadaan bersih. Pengeringan dilakukan dengan bantuan sinar matahari. Sinar matahari dapat dijadikan juga desinfektan yang dapat membantu proses oksidasi yang dapat menetralkan keasaman tanah dan menghilangkan gas beracun.

Proses ini berlangsung selama 3-4 hari. Dan hal-hal lain yang perlu dilakukan dan diperhatikan adalah sebagai berikut:

  • Pengangkatan lumpur
  • Pembalikan tanah
  • Pengapuran
  • Pengeringan
  • Pemupukan
  • Penyediaan air

3. Kualitas dan Penebaran Benur

Kenapa kualitas benur juga menjadi hal penting dalam cara budidaya udang vaname, hal ini karena memang kualitas benur berperan penting pada keberhasilan cara budidaya udang vaname karena akan menentukan kualitas setelah dipanen.

Bila kualtias benurnya bagus kemungkinan hasil panennya juga bagus. Maka benur vaname yang akan dibudidayakan harus dipilih yang terlihat sehat.

Kriteria benur sehat adalah yang dapat diketahui dengan melakukan observasi berdasarkan pengujian visual mikroskopik dan ketahanan benur.

Hal tersebut tentu dapat dilihat dair warna, ukuran panjang dan bobot sesuai umur PL. Kulit dan tubuh bersih dari organisme parasit dan patogen, tidak cacat tubuh dan tidak pucat, gesit dan merespon cahaya, bergerak aktif maupun menyebar di dalam wadah.

Selain itu beberapa hal yang bisa dilakukukan untuk menentukan kualitas dan penebaran benur ini dengan cara:

  • Pengujian visual
  • Pengujuian mikroskopis
  • Penabaran

Secara umum ada 4 tahap yang juga harus dilakuykan dalam penebaran. Karena sebelum benur ditebar ke dalam tambak perlu dilakukan aklimitasi (adapatasi) terhadap lingkungan baru. Apa saja adapatasi yang dilakukan

  • Adaptasi suhu: Cara yang dilakukan dengan meletakan udang vaname dengan cara meletakan plastik pengemas yang berisi benur ke dalam tambak. Proses ini kurang lebih memakan waktu 15-30 menit.
  • Adaptasi udara: Plastik dibuka dan dilipat pada bagian ujung, biarkan terbuka dan terapuyng selama 15 30 menit agar terjadi pertukaran uydara dari udara bebas dengan udara dalam air di plastik.
  • Adaptasi kadar garam/salinitas: Dilakukan dengan cara memercikkan air tambak ke dalam plastik selama 10 menit.
  • dan pengeluaran benur: Dilakukan dengan memasukkan sebagian ujung plastik ke air tambak dan biarkan benur keluar sendiri ke air tambak.

4. Pengelolaan dan Pemberian Pakan Udang Vaname

Dalam pengelolaan dan pemberian pakan udang vaname hal yang harus diperhatikan adalah kebutuhan nutrisi. Dalam kebutuhan nutrisi ini pakan yang harus diberikan harus sesuai dengan kebutuhan.

Nutrisi yang dibutuhkan udang vaname antara lain, protein, lemak, vitamin, asam amino esensial. Nuytrisi tersebut digunakan aktivitas pertumbuhan dan reproduksi udang.

Lemak dan karbohidrat merupakan sumber energi. Mineral dan vitamin berfungsi memperlancar proses metabolisme didalam tubuh udang.

Secara khusus, mineral membantu transportasi energi, menjaga keseimbangan osmosis, serta membantu menyusun enzim dan hormon serta membantu menyusun ekoskeleton.

5. Waktu dan Cara Pemberian Pakan Udang Vaname

Pada cara budidaya udang vaname ini satu hal yang juga tak kalah penting adalah waktu dan cara pemberian pakan udang vaname.

Adapun pemberian pakan buatan berbentuk pelet dapat dilakukan sejak benuyr ditebar hingga udang siap panen. Namun ukuran dan jumlah pakan harus diperhatikan secara cermat dan tepat sehingga udang tidak kekurangan pakan atau kelebihan pakan.

Pakan udang ada dua macam, yakni, pakan alami udang vaname dan pakan buatan udang vaname. Pakan alami udang vaname terdiri dari plangkton, siput kecil, cacing kecil, anak serangga, dan detritus (sisa hewan dan tumbuhan yang membusuk).

Pakan buatan udang vaname yang kerap diberikan pada cara budidaya udang vaname adalah pelet. Pelet udang diberikan dengan penomoran yang berbeda sesuai dengan pertumbuhan udang yang normal.

  • Umur 1-10 hari pakan 01
  • Umur 11-15 hari campuran 01 dengan 02
  • Umur 16-30 hari pakan 02
  • Umur 30-35 campuran 02 dengan 03
  • Umur 36-50 hari pakan 03
  • Umur 51-55 campuran 03 dengan 04 atau 04S. Jika dengan campuran 04S maka diberikan hingga umur 70 hari.
  • Umur 55 hingga panen pakan 04, jika pada umur 85 hari size rata-rata mencapai 50, digunakan pakan 05 hingga panen.

Kebutuhan pakan untuk setiap 100.000 ekor adalah 1 kg. Selanjutnya tiap 7 hari sekali ditambah 1 kg hingga umur 30 hari. Untuk meningkatkan pertumbuhan udang, perlu penambahan nutrisi lengkap dalam pakan.

6. Pengelolaan Kualitas Air

Dalam cara budidaya udang vaname pada tahapan ini yang harus diperhitungkan adalah suhu air kolam budidaya udang vaname. Selanjutnya salinitas dan pH air, kandungan oksigen terlarut, dan amonia.

Untuk mengatasi kandungan amonia pada tambak udang vaname yang terlalu tinggi adalah dengan cara sebagai berikut:

  • Dengan pergantian air secara bertahap dari petak reservoir.
  • Dengan menggunakan palnkton yang baik seperti Chlorella.
  • Aplikasi probiotik seperti nitrosomonas, nitrobacter, rhodopsomonas, chromatium dan lain-lain.
  • Aplikasi bahan yang dapat digunakan untuk mengaborsiamonia seperti zeolit, arang, atau karbon, formaline, yucca ekstract.

7. Hama dan Penyakit Udang Vaname

Dalam cara budidaya udang vaname yang tidak boleh terlewat dipelajati dan diperhatikan adalah hama dan penyakit udang vaname. Karena pada cara budidaya udang vaname kali ini lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Adapun golongan hama dan penyakit udang vaname yang harus diperhatikan pada cara budidaya udang vaname adalah sebagai berikut:

Hama Pada Budidaya Udang Vaname

  • Predator; ikan, ular iar, burung, dan kepiting.
  • Kompetitor; cacing, siput, serangga, udang-udangan.
  • Perusak sarana; kepiting
  • Pencuri; manusia

Penyakit Yang Menyerang Udang Vaname

  • Bintik putih: disebabkan oleh infeksi virus SEMBV (Systemic Ectodermal Mesodermal Bacula Virus).
  • Bintik hitam/black spot: disebabkan oleh virus monodon baculo virus (MBV).
  • Kotoran putih/mencret” disebabkan kotoran dan gas amoniak dalam tambak.
  • Insang merah: disebabkan tingginya keasaman air tambah.
  • Nekrosis: disebabkan tingginya konsentrasi bakteri dalam air tambak.

Selanjutnya, penyakit yang lain yang menyerang usaha budidaya udang vaname yang juga patut diwaspadai adalah, predator, parasit, bakteri dan jamur, serta virus. Untuk itu perlu dicek udang yang sehat dan kurang sehat. Serta langsung diberi penanganan.

Baca Juga: Jenis-Jenis dan Cara Ternak Udang Hias

Itulah cara budidaya udang vaname yang bisa dilakukan, semoga bermanfaat. Selamat mencoba semoga berhasil. Mampir ka artikel ayobudidaya.com lainnya ya. Terimakasih. Salam.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *