cara budidaya ikan nila di kolam tanah

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah adalah salah satu cara pembesaran ikan nila yang sudah umum dilakukan di Indonesia. Cara budidaya ini sama halnya dengan budidaya ikan nila di kolam air tenang.

Ukuran kolam pun tak ada batasnya, apakah memang disesuaikan, atau menggunakan metode lain, misal seperti cara budidaya ikan nila di kolam sawah. Itu sama halnya dengan cara budidaya ikan nila di kolam tanah.

Untuk itu, kali ini, kita akan bahas tentang cara budidaya ikan nila di kolam tanah ini secara mendalam. Dari teknik budidaya pembesaran ikan nila, dari sisi kolam tanah, atau dari kolam pada umumnya.

Selain itu, terkait pakan pembesaran ikan nila, apakah sama kolam ikan nila ditanah dengan pembesaran ikan nila di kolam beton. Berikut hal-hal yang bisa kita pelajari bersama:

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah

Dalam budidayya ikan nila di kolam tanah, untuk pembesaran ikan nila sebaiknya saat melakukan penebaran benih ikan nila di kolam berukuran 10 gram per ekor.

Namun sebelum disebar, ukuran ikan nila 10 gram per ekor ikan, setidaknya dua minggu sebeluym dipergunakan kolam harus dipersiapkan dengan baik.

Dalam mempersiapkan kolam ikan nila, sebaiknya dasar kolam dikeringkan, dijemur beberapa hari, dibersihkan dari rerumputan, dicangkul dan diratakan.

Selanjutnya, yang harus diingat adalah, tanggul dan pintu air diperbaiki jangan sampai terjadi kebocoran, saluran air diperbaiki agar pasokan air menjadi lancar.

Saringan dipasang pada pintu pemasukan maupun pengeluaran air. Tanah dasar dikapur untuk memperbaiki pH tanah dan memberantas hama.

Cara Memperbaiki pH Kolam Tanah

Satu hal yang juga penting, ketika kita tengah melakukan cara budidaya ikan nila di kolam tanah adalah cara memperbaiki pH kolam tanah.

Cara memperbaiki pH tanah pada kolam tanah yang akan digunakan untuk usaha nila ini dimaksud untuk memberantas hama. Untuk itu, dapat digunakan kapur tohor sebanyak 100 – 300 kg/ha atau kapur pertanian dengan dosis 500 – 1.000 kg/ha.

Pakan Alami Ikan Nila

Setelah itu, siapkan pakan alami untuk ikan nila. Pakan alami ini adalah fitoplankton dan organisme renik yang muncul secara alamiah setelah fitoplankton dapat diciptakan.

Organisme renik yang dimaksud sebagai pakan alami ikan nila yang menjadikan cara budidaya ikan nila di kolam tanah lebih mudah, karena ini adalah cara mempercepat pertumbuhan ikan nila.

Salah satu caranya dengan pemberian pupuk kandang. Jadi, pupuk kandang ditabur dan diaduk dengan tanah dasar kolam, dengan dosis 1-2 ton/ha.

Dapat juga pupuk kandang dionggokan di depan pintu air pemasukan, agar bila air dimasukkan, maka dapat tersebar secara merata. Setelah semuanya siap, kolam diairi.

Mula-mula sedalam 5-10 cm dan dibiarkan 1-3 hari agar terjadi mineralisasi tanah dasar kolam. Lalu, tambahkan air lagi sampai kedalaman 75-100 cm.

Dan kolam pun siap untuk ditebari bibit ikan hasil pendederan jika fitoplankton telah terlihat tumbuh dengan baik. Fitoplankton yang tumbuh dengan baik ditandai dengan perubahan warhan air kolam menjadi kuning kehijauan.

Jika diperhatikan pada bagian ini, pada dasar kolam juga mulai banyak terdapat organisme renik yang berupa kutu air, jentik-jentik serangga, cacing dan anak-anak siput dan sebagainya.

Selain itu, selama pemeliharaan ikan, ketinggian air kolam diatur sedalam 75-100 cm. Pemupukan pun dilakukan berulang. Jadi ada pemupukan susulan yang dilakukan setiap 2 minggu sekali.

Pakan Alami Ikan Nila Agar Cepat Besar

Nah, pemupukan susulan untuk menghasilkan pakan alami ikan nila agar cepat besar. Hal ini juga sebagai pemberian pakan alami, jadi dilakukan pemupukan sususlan sebagai persediaan saat makanan alami ikan nila sudah mulai habis.

Pupuk susulan dalam cara budidaya ikan nila di kolam tanah ini adalah dengan menggunakan pupuk organik sebanyak 500 kg/ha. Caranya, pupuk dibagi menjadi empat.

Masing-masing dimasukkan ke dalam karung, dua buah di kiri dan dua buah di sisi kanan aliran air masuk. Dapat juga ditambahkan beberapa karung kecil yang diletakkan di sudut kolam.

Selanjutnya juga bisa diberikan urea dan tsp. Dalam pemberian urea dan tsp masing-masing sebanyak 30 kg/ha yang diletakan di dalam akntong plastik yang diberi lubang-lubang kecil agar puypuk dapat larut sedikit demi sedikit.

Kantong pupuk tersebut digantungkan sebatang bambuy yang dipancangkan di dasar kolam, posisi terendam tetapi tidak sampai ke dasar kolam.

Alasan Kenapa Pempukan Kolam Ikan Nila Penting?

Sebenarnya dengan cara budidaya ikan nila di kolam tanah, beberapa jenis pakan alami akan didapatkan oleh ikan nila. Hanya saja memang untuk mempercepat pertumbuhan, teknik budidaya pembesaran ikan nila agar cepat besar ini adalah dengan merangsang atau menciptakan pakan alami cepat lahir.

Salah satunya adalah dengan pemupukan kolam. Nah, pemupukan kolam ini merangsang tumbuhnya fitoplankton, zooplankton, maupun binatang yang hidup di dasar, seperti cacing, siput, jentik-jentik nyamuk dan chironomus (cuk).

Semua itu dapat menjadi makanan ikan nila. Namun, induk ikan nila juga masih perlu pakan tambahan berupa pelet yang mengandung protein 30-40% dengan kandungan lemak tidak lebih dari 3%.

Pakan Pembesaran Ikan Nila

Selain pakan alami yang didapatkan dari pemupukan yang dilakukan berulang, satu hal yang tidak boleh dilupa adalah dengan penambahan pellet. Seperti yang sudah disebutkan di atas, pakan tamabahan pelet perlu diberikan.

Namun, pelet yang diberikan harus setidaknya mengandung protein sebesar 30-40% dengan kandungan lemak tidak lebih dari 3%.

Pakan pelet ini adalah teknik budidaya pembesaran ikan nilai, baik pembesaran ikan nila di kolam beton, maupun cara budidaya ikan nila di kolam tanah.

Kenapa? Karena pembentukan telur pada ikan memerlukan bahan protein yang cukup di dalam pakannya. Perlu pula ditambahkan vitamin E dan C yang berasal dan taoge dan daun-daunnan atau sayuran yang diiris-iris. Boleh juga diberi makan tumbuhan seperti ganggang (hydrilla).

Banyaknya pelet sebagai pakan induk ikan nila kira-kira sebesar 3% berat biomassa per hari. Agar diketahui berat bio massa maka diambil sampel 10 ekor ikan, ditimbang, dan dirata-ratakan beratnya.

Seperti artikel berikut ini yang juga menjelaskan tentang Cara Memelihara Ikan Nila Supaya Cepat Besar.

Cara Menghitung Kebutuhan Pakan Pelet Untuk Ikan Nila

Seperti yang sudah dijelaskan di atas. Berat rata-rata yang diperoleh dikalikan dengan jumlah seluruh ikan di dalam kolam. Misal, berat rata-rata ikan 220 gram, jumlah ikan 90 ekor, maka berat biomassa 220 x 90 gram = 19.800 gram.

Jumlah ransum per hari 3% x 19.800 gram = 594 gram. Ransum ini diberikan 2-3 kali sehari. Bahan pakan yang banyak mengandung lemak seperti bungkil kacang, dan bungkil kelapa tidak baik untuk induk ikan.

Apalagi kalau bahan pakan tersebut sudah berbau tengik. Namun untuk dedak halus dan bekatul boleh diberikan sebagai pakan, karena berfungsi menambah kesuburan kolam.

Baca Juga: Analisa Usaha Budidaya Ikan Nila : Keuntungan & Tips

Kesimpulan:

Jadi, dalam budidaya ikan nila di kolam air tenang, khususnya pada cara buydidaya ikan nila di kolam tanah, media yang bisa digunakan sama seperti cara budidaya ikan nila di kolam sawah.

Baik pembesaran dan teknik budidayanya, dari penggunaan pakan alami hingga pakan tambahan berupa pelet. Jadi pelet menjadi pakan tambahan bukan pakan utama dalam proses budidaya.

Kolam ikan nila ditanah juga harus memikirkan pH tanah untuk dijadikan kolam. Karena baik tidaknya kolam juga dipengaruhi oleh ukuran pH. Semoga artikel ayobudidaya.com ini bermanfaat. Terimakasih. Salam.

Baca: Ikan Bawal Laut dan Fakta Menarik Tentang Ikan Bawal

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *