cara budidaya ikan lele di kolam tembok

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tembok, Cek Di Sini

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tembok – Berikut ini adalah informasi lengkap tentang budidaya ikan lele di kolam tembok atau yang dikenal dengan budidaya lele kolam beton.

Kita akan bahas secara rinci, dari cara beternak ikan lele untuk pemula dan bagaimana cara budidaya ikan lele kolam tembok, sampai pada kontruksi konstruksi kolam lele tembok, biaya pembuatan kolam beton lele, sampai pada membuat kolam beton dan desain kolam lele.

Untuk beternak lele pemula sudah dijelaskan di atas, dan berikut ini tentang cara budidaya ikan lele di kolam tembok dengan beberapa metode cara ternak ikan lele supaya cepat besar dan cara membuat kolam lele permanen.

Cara Beternak Lele dan Prospek Bisnisnya

Hal yang pertama dalam beternak lele tentunya yang harus diketahui bagaimana cara beternak lele dan bagaimana dengan prospek bisnis ternak lele itu sendiri.

Di dalam hal ini kita akan melihat dan menghitung untung rugi ternak lele. Selain itu juga penting yang dilakukan adalah analisa keuntungan ternak lele, seperti analisa budidaya lele 1000 ekor, begitu juga jika budidaya lele 5000 ekor, maupun 10000 ekor.

Namun, harus diakui, bahwa prospek bisnis usaha budidaya lele masih sangat besar di Indonesia. Apalagi sudah banyak kuliner nusantara yang menggunakan lele sebagai makanan yang disukai.

Banyaknya penjual pecel lele, dan kuliner sejenisnya inilah yang menandakan tingkat permintaan akan lele tinggi. Kuliner lele memang menjadi salah satu menu andalan di Indonesia, baik rumah makan, maupun acara pesta dan keluarga.

Prospek bisnis yang menggiurkan dalam beternak lele ini juga yang harus sebanding dengan cara beternak lele yang baik dan benar. Berikut ini cara budidaya ikan lele di kolam tembok, salah satu cara dalam budidaya lele.

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tembok

cara budidaya ikan lele di kolam tembok
cara budidaya ikan lele di kolam tembok

Cara budidaya ikan lele di kolam tembok untuk pemula maupun peternak ikan lele yang sudah terbiasa tentu yang harus dipahami tentang kelebihan beternak lele dengan kolam tembok atau kolam beton.

Hal yang pertama untuk mengetahui kelebihan budidaya lele di kolam tembok adalah dengan melakukan tester budidaya. Misal pemeliharaan 100 ekor hingga panen. Jika bagus dan puas, bisa dilanjutkan ke tahapan yang lebih besar.

Namun berikut ini kelebihan cara budidaya ikan lele di kolam tembok:

  1. Kolam awet dan tidak diperlukan untuk mengganti kolam secara periodik.
  2. Kolam lebih aman. Artinya ikan lele tidak akan ada yang hilang di lumpur.
  3. Biaya perawatan kolam tembok lebih ringan karena murah.

Jika berbicara kelebihan tentunya ada kelemahan. Berikut kelemahan dari cara budidaya ikan lele di kolam tembok:

  1. Modal pembuatan kolam beton atau kolam tembok lebih mahal.
  2. Ternak ikan lele bisa teracuni oleh semen jika kolam jadi langsung dipakai tanpa melalui proses seterilisasi.
  3. Pakan alami untuk ikan lele tidak banyak muncul.

Selanjutnya, setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan cara budidaya lele di kolam beton langkah yang bisa diambil adalah memaksimalkan di antara kelebihan dan kekurangan agar teruys menghasilkan produksi ikan lele yang menguntungkan.

Caranya adalah dengan memaksimalkan persiapan kolam tembok untuk ikan lele dengan maksimal. Selanjutnya, cara memasukan benih ikan lele ke dalam kolam tembok harus dengan baik dan benar, serta meminimalisir stres ikan.

Terakhir adalah dengan melakukan manajemen pemberian pakan ikan lele yang baik dan benar, serta pakan yang berkualitas. Beberapa komponen tersebut menjadi hal penting dalam keberlangsungan usaha budidaya lele.

3 Hal Penting Dalam Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tembok

Kita sudah mengetahui, ada 3 komponen penting dalam cara budidaya ikan lele di kolam tembok untuk pemula maupun bukan. Dari persiapan kolam, managemen benih ikan lele, sampai pada manajemen pemberian pakan ikan lele. Berikut penjelasan lengkap terkait tiga komponen tersebut:

1. Persiapan Kolam Beton Untuk Budidaya Ikan Lele

Perlu diketahui, kolam tembok merupakan kolam beton. Jadi, tidak bisa dipindah sewaktu-waktu. Ini adalah kolam permanen. Beda dengan cara budidaya ikan lele di kolam terpal atau cara budidaya ternak lele kolam bioflok.

Jadi memang, dalam persiapannya, pada cara budidaya ikan lele di Kolam Tembok lebih rumit dari pada budidaya ikan lele di kolam terpal.

Estimasi rincian biaya ternak lele kolam terpal pun lebih murah dibanding kolam tembok. Perbedaanya di modal awal dalam biaya pembuatan kolam ikan. Ukuran kolam ikan lele juga menjadi pertimbangan dengan jumlah benih yang akan ditebar.

Selain itu, lokasi pembuatan kolam ikan pun patut dipertimbangkan. Alasannya permanen dan tidak. Selanjutnya, ukuran pembuatan kolam patut diperhatikan. Di antaranya luas dan lebar kolam tembok yang dibutuhkan dalam budidaya ikan lele.

Jika ternak lele ditujukan untuk meraup keuntungan besar secara komersil tentunya harus memiliki lahan yang luas, namun jika hobi dan sekedar untuk konsumsi sendiri maka bisa saja ukuran kolam tembok untuk budidaya ikan lele berukuran 1x2x0,75 m3.

Ukuran tersebut adalah cara budidaya ikan lele kolam tembok 100 ekor. Nah, tentu akan berbeda untuk 500, 1000, 2000, 5000, bahkan 10000 ekor ikan lele.

Selanjutnya kolam ikan yang baru dibuat juga perlu diperhatikan agar tidak langsung dimasukan benih ikan lele. Jadi, kolam yang baru dibangun perlu diistirahatkan atau didiamkan terlebih dahulu selama 1-2 minggu.

Hal ini bertujuan untuk menghilangkan bau semen. Jangan sampai dalam cara budidaya ikan lele di kolam tembok, semen yang baru saja dibuat kolam masih bau dan diberi air sehingga meracuni benih lele.

2. Cara Memasukkan Benih Ikan Lele ke Kolam Tembok

Selanjutnya adalah bagaimana cara memasukkan benih ikan lele ke kolam tembok. Jadi tidak asal masukan ya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Pertama, tentunya kolam yang baru dibuat atau pasca panen dan akan diisi benih lagi, lebih baik diistirahatkan selama dua minggu. Tapi harus dilakukan terlebih dahulu dengan membuang air yang ada di dalam kolam tembok.

Langkah selanjutnya adalah dengan mengisi kembali kolam dengan air yang baru. Selanjutnya kembali didiamkan 2 sampai 3 minggu kedepan. Hal ini memastikan agar suhu air stabil dan kotoran sudah mengendap.

Selain itu, benih ikan lele yang harus dibudidayakan juga dipastikan harus berkualitas dan sehat. Jangan sampai cacat maupun terserang penyakit. Untuk mengetahui ternak ikan sehat atau tidak, cek dari pergerakan dari ikan aktif atau tidak.

Tahapan selanjutnya, dibiasakan dulu benihy ikan lele yang baru dibeli dan akan diletakan ke dalam kolam. Misal, kan kalau beli benih ikan lele akan menggunakan plastik yang diberi oksigen.

Nah plastik yang ada ikan dan oksigen tersebut biarkan dalam kondisi tertutup rapat, lalu genangkan di kolam. Ini memiliki tujuan mengatur suhu air agar dapat menyesuaikan perlahan demi perlahan, agar ikan lele tidak kaget lah.

Hal tersebut dilakukan dikisaran angka 15 sampai 30 menit. Setelah waktu tersebut baru bisa dibuka secara perlahan. Tapi jangan dikeluarkan secara paksa ya, biarkan ikan keluar dari pembungkus dengan sendirinya. Meminimalisir stres ikan.

3. Manajemen Pemberian Pakan ikan Lele

Langkah ketiga yang harus diperhatikan adalah cara pemberian pakan ikan lele. Ada beberapa manajemen yang bisa dilakukan, di antaranya adalah

Meski memang, secara naluri dalam budidaya ikan lele baik kolam tembok, terpal, tanah, bioflok, maupun cara budidaya lainnya, lele adalah ternak ikan yang sangat mudah.

Misal, dalam kolam tanah dan terpal, dengan pemberian kotoran ternak, atau bahan organik semua pakan alami sudah tersedia. Namun ada beberapa hal yang harus diketahui dalam cara budidaya ikan lele di kolam tembok.

Karena dalam cara budidaya ikan lele di kolam tembok tidak hanya pemberian pakan alami atau bahan organik sebagai pakan alaminya. Karena jika diberikan kotoran ternak sebagai pakan alami justru bisa meracuni ternak ikan lele.

Hal ini dikarenakan kotoran ternak memiliki kadar amonia yang sangat tinggi. Sehingga, pemberian kotoran ternak di cara budidaya ikan lele di kolam tembok patut diperhatikan. Malah jika bisa tidak diberikan sama sekali.

Jikalaupun menanggap kotoran ternak itu penting dan harus diberikan, maka saran yang bisa dilakukan oleh peternak adalah kotoran ternak itu diberikan jauh-jauh hari sebelum benih ikan lele dimasukan ke dalam kolam.

Namun, itupun jumlah kotoran ternak yang dimasukan harus dikontrol. Atau cara lainnya adalah kotoran ternak dijadikan pelet sebagai pakan ikan lele. Jadi kotoran tersebut tak menumpuk di kolam, melainkan langsung di makan oleh ikan lele.

Konstruksi dan Desain Kolam Ikan Beton

Selanjutnya yang bisa diperhatikan dalam cara budidaya ikan lele di kolam tembok adalah konstruksi kolam ikan beton dan desain kolam ikan beton.

Karena konstruksi dan desain kolam ikan beton ini sangat mempengaruhi sistem teknis dari proses budidaya ternak lele. Misal dengan kapasitas tebar benih 150 ekor per m3.

Ini juga terkait perhitungan bahan konstruksi kolam seperti plastik dan semen beton. Jadi patut dipertimbangkan. Ini juga berkaitan dengan sarana, prasarana, modal, dan skill SDM tingkat penguasaan tehnis budidaya.

Karena memang dalam konstruksi kolam ikan beton dan desain kolam ikan beton ada beberapa sistem yang bisa dipelajari, di antaranya:

1. Kolam Beton Ikan Lele Sistem Tradsional

Dalam sistem tradisional dalam cara budidaya ikan lele kolam tembok, maka kepadatan tebar yang bisa dilakukan adalah < 50 ekor bibit lele per m3.

Selanjutnya, pakan yang diberikan pada budidaya lele kolam beton ini bisa berupa pakan buatan maupun komersil. Yang tidak boleh dilupakan pemberian pakan alami yang tumbuh dikolam ikan seperti jentik nyamuk, zooplankton, diatom dll.

Nah, untuk sistem tradisional dengan lebih banyak memanfaatkan pakan alami seperti di atas, maka konstruksi kolam ikan beton yang bisa dibuat adalah dengan kolam tanah. Cek budidaya ikan lele di kolam tanah.

2. Kolam Beton Ikan Lele Sistem Intensif

Dalam sistem intensif pada budidaya ikan lele di kolam tembok ini kepadatan tebar yang harus diperhatikan untuk bibit lele adalah 50 – 150 ekor per m3.

Selanjutnya, pakan yang diberikan adalah pakan buatan atau pelet lebih banyak. Kalau pakan alami dan pakan lainnya diberi dalam jumlah sedikit atau tidak bisa banyak.

Sistem budidaya lele ini artinya tetap dengan menggunakan tanah yang pada dinding-dindingnya dipadatkan, atau seperti di bagian pinggir kolam diberi semen atau terpal.

3. Kolam Beton Ikan Lele Sistem Intensif Kepadatan > 150 ekor/m3

Dalam sistem ini yang harus diketahui adalah dalam pemberian pakan harus 100 persen. Jadi sudah bergantung dengan pellet. Dan pastinya yang harus diperhatikan adalah kebutuhan protein yang seusuai dengan fase-fase pertumbuhannya.

Sementara untuk desain kolam ikan beton dimungkinkan dangkal kedalaman kolam adalah < 1 m, karena akan menentukan sedikit atau banyaknya lele yang bisa dengan leluasa tumbuh dan hidup.

Itu sih tentang cara budidaya ikan lele di kolam tembok yang bisa kita sama-sama pelajari. Semoga bermanfaat ya. Terimakasih, salam dan sampai bertemu di artikel ayobudidaya.com lainnya.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *