Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah, Cek Di Sini

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah – Ada banyak cara dalam melaukan usaha budidaya ternak ikan lele. Baik metode beternak maupun jenis kolam yang digunakan.

Seperti informasi yang ditulis berikut ini tentang cara budidaya ikan lele di kolam tanah. Ketika berbicara tentang kolam tanah pada usaha ternak lele tentunya ada banyak hal yang bisa disampaikan.

Misal seperti metode budidaya ikan lele sangkurian di kolam tanah, tanah yang baik untuk budidaya ikan lele, kelebihan dan kekurangan kolam tanah untuk budidaya lele, dan cara membuat kolam tanah agar tidak bocor.

Hal-hal seperti itu, tentunya akan sangat baik untuk dipelajari agar dapat membandingkan dengan metode pembesaran ikan lele di kolam terpal maupun cara budidaya ikan lele di kolam tembok.

Jadi, sewaktu ketika, ternyata penggunaan kolam tanah lebih menguntungkan dari sisi modal usaha ternak lele, juga harus diperhatikan tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan budidaya ikan lele dan bisa di jelaskan secara ilmiah.

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah

Sebelumnya dalam artikel ini, admin telah menulis banyak hal tentang budidaya ikan lele. Dari untung rugi ternak lele, sampai ke cara ternak lele yang baik dan benar.

Namun tak hanya sampai pada artikel tersebut saja, masih ada banyak artikel tertaut lainnya tentang ternak lele. Namun, kita akan membahas sembari membahas tentang cara budidaya ikan lele di kolam tanah berikut ini.

1. Menyiapkan Kolam Tanah

Yang pertama kali dilakukan dalam cara budidaya ikan lele di kolam tanah adalah dengan menyiapkan kolamnya terlebih dahulu. Kolam tanah sebenarnya terbagi juga dua jenis, yakni, kolam tanah murni maupun kolam terpal dengan dinding tanah.

Tentunya dalam menentukan jenis kolam tanah untuk usaha budidaya lele akan disesuaikan dengan modal usaha ternak lele. Hal ini tentunya akan menjadi pertimbangan yang harus dipikirkan.

Kedua jenis kolam di atas sama-sama sederhana tidak serumit dan semahal jenis kolam lainnya, yang misal keramba apung, jaring apung, tembok, beton dan lain-lain.

Nah dalam menyiapkan kolam tanah sebagai media kolam ternak lele, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, di antaranya adalah dengan mengeringkan dan mengolah tanah terlebih dahulu.

a. Mengeringkan dan Mengolah Tanah

Jadi, pointnya yang pertama ini adalah dengan cara mengeringkan dan mengolah tanah terlebih dahulu. Dalam mengeringkan dan mengolah tanah ini lahan yang akan di bangun kolam seminimalnya dikeringkan selama 3 hari.

Dan bahkan, dalam prosesnya pengeringan bisa sampai 7 hari. Tergantung dair cahaya sinar matahari yang diperoleh. Namun, patokannya, proses pengeringan tanah ini diakhiri setelah permukaan tanah kolam sudah mengalami retakan.

Alasan kenapa tanah terlebih dahulu diolah dan dikeringkan sebelum dijadikan sebagai media ternak lele? Alasannya pengeringan bertujuan untuk membunuh mikroorganisme yang bersifat jahat.

Hal ini tentunya penting, agar dalam proses budidaya yang berlangsung, tidak terjadi dan tidak menimbulkan adanya serangan penyakit terhadap ikan lele yang dibudidayakan.

Terlebih, jika media kolam tanah untuk ternak lele sebelumnya sudah digunakan. Maka sangat penting proses mengeringkan tanah sebelum digunakan kembali untuk budidaya maupun sebelum memasuki proses pengolahan tanah.

Setelah dikeringkan, tahapan selanjutnya masuk ke tahapan mengolah tanah. Ini juga penting dilakukan bagi peternak ikan lele. Kenapa? Mengolah tanah sebenarnya bertujuan agar gas beracung yang masih berada di dalam timbunan tanah dapat dibuang dan dihilangkan.

Jadi tahapan selanjutnya dengan proses pengolahan tanah, yakni dengan cara membalik dan membajak tanah dengan menggunakan alat cangkul. Cara ini juga dilakukan dengan tujuan lain agar tanah menjadi lebih gembur.

Dalam pengolahan ada beberapa hal yang juga harus dilakukan, seperti mengatasi lumpur hitam. Lumpur hitam ini biasanya ada pada bagian dasar kolam. Jadi lumpur hitam ini harus di angkat.

Sebab, lumpur hitam ini sering memunculkan aroma busuk, dan bahkan, lumpur hitam ini memiliki kandungan gas hidrogen sulfidda dan amonia yang sangat tinggi. Maka dalam Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah hal ini menjadi penting.

b. Pemberian Kapur dan Pupuk

Dalam Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah pemberian kapur dan pupuk juga penting. Namun, jika ada alternatif lain bisa digantikan.

Kapur yang diberikan pada kolam, dilakukan dengan cara ditebar secara merata pada bagian permukaanya. Selanjutnya, tanah yang sudah diberi kapur dibolak-balik kembali dengan gunakan cangkul atau alat lainnya.

Pastikan kapur dan tanah tercampur, dan kampur meresap hingga ke dalam tanah. Tujuan dan manfaat pengapuran pada kolam ikan lele ini untuk menyeimbangkan tingkat keasaman tanah dan membunuh mikroorganisme patogen.

Cara pemberian kapur di kolam tanah untuk ternak lele adalah dengan menaburkan kapur di tiap 1 meter tanah. Jadi, kapur ditebar dengan kuantitas antara 250 hingga 750 gram sesuai dengan tingkat keasaman tanah.

Untuk jenis kapur yang digunakan untuk kolam ternak ikan lele adalah kapur tohor atau kapur dolomit. Jadi, untuk mengatur tinggi tingkat keasaman tanah, kapur yang harus ditabur harus lebih banyak.

Setelah pemberian kapur pada media kolam tanah untuk ikan lele, tahapan selanjutnya adalah kolam diberi pupuk kandang atau kompos. Selain pemberian pupuk kompos juga bisa ditambah dengan pupuk TSP dan urea.

Ukuran dosis pemberian pupuk per meternya adalah 250 hingga 500 gram pupuk organik, 10 gram TSP dan 15 gram urea. Tujuannya untuk menyediakan kandungan nutrisi yang sangat dibutuhkan biota air seperti cacing dan fitoplankton.

Sebab, perlu diketahui, biota ini akan menjadi sumber makanan alami bagi ikan lele. Jadi, dalam menjalankan Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah hal-hal tersebut jangan dilupakan.

c. Mengatur air kolam

Tak kalah pentingnya dalam Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah pada tahapan menyiapkan kolam tanah untuk proses budidaya. Hal yang harus diketahui adalah ukuran air yang bagus untuk budidaya ikan lele.

Jadi, ukuran air paling bagus bagi budidaya ikan lele antara 100 hingga 120 sentimeter. Jadi, air tidak boleh langsung diisikan ke dalam kolam. Namun pemberiannya harus secara bertahap.

Dan setelah diberi pupuk yang sudah disebutkan dosis pemberiannya di atas, lalu kolam di isi air sekitar 30 sampai 40 sentimeter. Dan setelah itu, biarkan kolam mendapat pancaran cahaya matahari selama satu minggu.

Karena dengan ukuran air 20 sampai 40 sentimeter ini, cahaya matahari masih bisa menembus hingga pada bagian dasar. Nah, dari pasokan sinar matahari inilah biota kolam bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Hal yang mendasari proses ini berhasil, ketika biota tumbuh, air kolam akan berubah warna menjadi kehijauan. Nah setelah proses ini berlangsung, baru bibit ikan lele di tebar ke dalam kolam.

Selanjutnya adalah proses penambahan air kolam. Namun, dalam penambahan air kolam harus disesuaikan dengan proses atau tingkat pertumbuhan ikan lele yang dibudidayakan.

2. Memilih Benih dan Menebar Bibit Ikan Lele

Memilih benih atau memilih bibit ikan lele adalah salah satu hal penting dalam Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah. Karena bibit yang digunakan menjadi salah satu faktor penentu hasil panen yang didapat.

Beberapa informasi tentang benih ikan lele ini juga pernah admin tulis, berikut di antaranya adalah cara budidaya bibit lele sendiri. Baca: Lengkap! Ini Cara Mudah Budidaya Bibit Lele.

Namun, beberapa hal yang bisa diperhatikan dalam memilih benih ikan lele adalah benih ikan lele sehat dan berkualitas unggul. Hal ini bisa dilihat dengan gerakannya yang lincah dan tidak ada luka maupun cacat di tubuhnya.

Selain itu, kita juga bisa menguji apakah benih lele yang dibeli berkualitas baik, di antaranya dengan meletakan benih dalam air yang sedang mengalir.

Apabila benih lele bisa melawan arus air dan bisa berenang dengan baik, itu artinya benih lele punya kualitas yang bagus. Maka hal-hal seperti ini juga harus diperhatikan dalam Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah.

Selanjutnya adalah, benih ikan lele ditebar ke dalam kolam. Ukuran bibit lele yang ideal yang bisa digunakan untuk budidaya yang ukurannya 5 sampai 7 sentimeter, dan carilah ukuran yang serempak diukuran tersebut, jangan terlalu kecil dan terlalu besar.

Setelah dipilih, dan bibit lele disebar ke dalam kolam tanah ikan lele. Oh iya, dalam menebar benih lele juga perhatikan iklim terlebih dahulu ya.

Jadi, car ayang bisa dilakukan adalah dengan masukan jerigen atau ember yang sudah berisi beniyh ikan lele dan masukan ke dalam kolam selama 1/4 jam.

Caranya juga harus diperhatikan, seperti ini contohnya, jerigen atau ember di miringkan agar benih dapat keluar dan masuk kolam dengan sendirinya.

Jadi cara menebar benih ikan lele tidak perlu di balik secara paksa untuk memasukan benih ke kolam. Justru cara ini dilakukan dapat membuat benih lele menjadi stres.

Perlu diketahui, untuk satu meter persegi kolam ikan itu bisa dipakai untuk budidaya ikan lele sebanyak 200 sampai 400 benih ikan lele. Jadi, ketika benih ditebar, pastikan ketinggian air kolam sampai ukuran 40 sentimeter. Ini adalah upaya agar ikan dapat mengambil makanannya dan dapat bernafas di permukaan air.

4. Pemberian Pakan Ternak Ikan Lele

Yang tak kalah penting dalam Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah adalah pakan. Seperti diketahui pakan adalah faktor utama dalam proses budidaya ternak.

Baik ternak ikan lele. Maupun ternak ayam broiler maupun ternak lainnya, seperti ternak ruminansia, kambing, sapi, kerbau, kuda dan sejenisnya. Jadi pemberian pakan ini sangat penting dalam keberlangsungan budidaya ikan lele.

Dan untuk pakan ikan lele ada banyak jenisnya, dari yang bisa didapatkan secara komersil dipasaran, maupun pakan ikan lele yang dibuat sendiri.

Intinya dalam pakan ternak lele ini hal yang harus diperhatikan adalah FCR atau Food Convertion Ratio dengan nilai rasio yang sudah umum. FCR merupakan rasio atau perbandingan jumlah pakan dengan tingkat perkembangan daging ikan.

Jadi, pakan ikan yang baik kualitasnya adalah pakan dengan nilai FCR lebih kecil atau kurang dari satu. Misal, dalam pemberian pakan 1 kg, maka berat ikan akan bertambah sebesar 1 kg juga.

Sehingga, semakin kecil nilai rasionya itu artinya pakan yang diberikan ke ternak ikan lele adalah jenis pakan ikan yang masuk ke dalam golongan pakan berkualitas.

Nutrisi pakan untuk lele: 30% untuk protein, 4 hingga 16% lemak dan 15 hingga 20% untuk karbohidrat, mineral serta vitamin.

Selain itu, yang harus diketahui adalah, 1 ekor lele butuh makanan sekitar 3-6% dari berat tubuhnya setiap hari. Contoh, lele bobot 50 gram membutuhkan pakan sekitar 2,5 gram.

Untuk itu, agar pas dan seimbang, sebaiknya, setiap 10 hari sekali ambil 1 ekor ikan lele sebagai contoh lalu di timbang. Per hari pakan diberikan sebanyak 4-5 kali.

Namun untuk ikan lele yang masih berukuran kecil, lebih cepat lapar, jadi diberi secara adlibitum. Dan saat mau panen, 2 minggu sebelum panen, pemberian pakan ikan lele dikurangi sebanyak 3%.

Saran untuk menghemat biaya modal ternak lele, beri pakan tambahan, seperti pakan alami, yakni, seperti pemberian pakan berupa keong emas yang sudah di cincang, belatung yang terbuat dari ampas tahu dan sebagainya.

5. Mengelola air kolam

Dalam Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah mengelola air kolam juga penting dilakukan, yakni, untuk menjaga kualitas air.  Maka jika ada sisa pakan menimbun dibagian dasar, sebaik cepat diangkat.

Hal ini dimaksudkan agar tidak muncul gas hidrogen sulfida dan amonia. Karena kedua gas tersebut bersifat racun serta dapat membuat ikan lele jadi mati.

Selain itu, dengan munculnya kedua jenis gas tersebut artinya aroma bau busuk akan tercium di area kolam. Jika ini terjadi, maka air dan timbunan sisa pakan yang berada di dasar kolam segera disedot kemudian diganti dengan air yang baru.

6. Pengendalian penyakit dan hama

Dalam Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah, pengendalian penyakit dan hama ikan lele tak kalah penting, Maka itu, kita butuh informasi pengetahuan tentang cara mengatasi penyakit dan hama ternak ikan lele.

Penyakit yang suka menyerang ikan lele datang dari virus, bakteri dan protozoa. Ketiga jenis mikroorganisme tersebut dapat menimbulkan dampak paling fatal yaitu kematian. Maka perlu dipelajari dengan baik dan benar.

7. Proses panen ternak lele

Nah ini adalah proses terakhir dalam Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah, yakni pemanenan. Ikan lele bisa dipanen ketika dalam 1 kg 9 sampai 12 ekor.

Bobot ikan lele tersebut dapat dicapai dalam jangka waktu sekitar 2 ½ sampai 3 ½ bulan sejak ikan berbentuk benih dan berukuran 5 sampai 7 sentimeter.

Namun, sebelum panen 24 jam ikan lele jangan diberi pakan. Jadi saat panen, tidak ada kotoran yang keluar dari tubuhnya saat dilakukan pengangkatan.

Kesimpulannya, dalam Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah ini harus diperhatikan secara baik dan benar, agar hasil panen maksimal dan melimpah.

Demikian yang bisa admin bagikan, semoga bermanfaat, jangan lupa baca dan ikuti artikel lainnya di ayobudidaya.com. Terimakasih. Selamat budidaya ikan lele di kolam tanah.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *