ikan cupang

Cara Budidaya Ikan Cupang, Mudah dan Murah

Ayobudidaya.com – Kali ini saya akan membahas tentang bagaimana sih cara budidaya ikan cupang. Nah sebelum mengetahui lebih tentang budidaya ikan yang cantik ini, terlebih dahulu saya akan membahas tentang ikan itu sendiri.

Ikan cupang banyak orang menilai adalah ikan hias. Yup. Ikan hias yang satu ini sangat mudah dipelihara. Budidaya ikan cupang sangatlah mudah dan tidak memerlukan tempat luas dengan modal yang besar. Sebab, budidaya ikan ini bisa dilakukan dirumah dan dijadikan sebagai usaha rumahan.

Pemilik nama ikan Betta sp. dalam bahasa akademisnya merupakan ikan air tawar dari daerah tropis. Ikan ini banyak ditemukan di perairan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di alam bebas ikan ini hidup berkelompok. Habitatnya ada di rawa-rawa, danau, dan sungai yang situasi arusnya tenang.

Ikan ini pun disebut-sebut memiliki banyak keistimewaan. Selain cantik. Ikan ini juga diakui daya tahannya. Sebab ikan ini sanggup hidup dalam lingkungan air minim oksigen. Bisa dipelihara dalam toples kecil tanpa menggunakan aerator. Kemampuan ini didapat karena si ikan memiliki rongga labirin seperti pada paru-paru manusia. Labirin tersebut bisa membuatnya bertahan pada lingkungan miskin oksigen.

Cara Mudah Budidaya Ikan Cupang

A. Tempat yang diperlukan untuk pemijahan ikan cupang

Dalam satu kali perkawinan, ikan cupang bisa menghasilkan hingga 1000 butir telur. Telur tersebut akan menetas dalam waktu 24 jam setelah pembuahan. Berdasarkan pengalaman para pembudidaya, tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi. Dalam satu kali kawin biasanya hanya dapat dipanen 30-50 ikan cupang hidup.

Indukan jantan bisa dikawinkan hingga 8 kali dengan interval waktu sekitar 2-3 minggu. Sedangkan indukan betina disarankan hanya dikawinkan satu kali saja. Bila dipaksakan, pada perkawinan berikutnya akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin. Dimana anakan ikan semakin didominasi kelamin betina.

B. Langkah-langkah pemijahan ikan cupang

  1. Isi tempat pemijahan dengan air bersih setinggi 10-15 cm.

  2. Gunakan air tanah atau air sungai yang jernih.

  3. Endapkan terelebih dahulu air yang akan dipakai setidaknya selama satu malam.

  4. Hindari penggunaan air dalam kemasan atau air PAM yang berbau kaporit.

  5. Tambahkan ke dalam wadah tersebut tanaman air, sebagai tempat burayak berlindung.

  6. Tapi penempatan tanaman air jangan terlalu padat. Karena tanaman air berpotensi mengambil oksigen terlarut yang ada dalam air.

Nah, langkah selanjutnya adalah, dengan masukkan ikan cupang jantan yang telah siap kawin. Lalu, biarkan ikan tersebut selama satu hari dalam wadah. Ikan cupang jantan akan membuat gelembung-gelembung udara. Gunanya untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi.

Untuk memancing si jantan membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina tetapi dipisah. Caranya, ikan betina dimasukkan dalam gelas plastik bening (bekas gelas akua) dan benamkan ke dalam aquarium dimana ikan jantan berada. Setelah indukan jantan membuat gelembung, langkah selanjutnya adalah dengan memasukkan indukan betina. Waktu pemijahan ikan cupang biasanya terjadi sekitar pukul 7-10 pagi atau pukul 4-6 sore.

Perlu diketahui, bahwasannya ikan cupang cukup sensitif ketika kawin, untuk itu yang kita lakukan sebaiknya tutup wadah dengan koran atau letakkan di ruang yang terhindar dari hilir mudik orang dan suara bising.

Baca Juga : Cara Beternak Ikan Lele di Kolam Terpal

Setelah terjadi pembuahan angkat segera indukan betina, karena yang bertanggung jawab membesarkan dan menjaga burayak adalah cupang jantan. Dengan mulutnya si jantan akan memunguti telur yang telah dibuahi dan meletakkannya pada gelembung-gelembung tadi. Apabila indukan betina tidak diangkat, maka telur-telur yang telah dibuahi akan dimakan si betina.

Setelah kurang lebih satu hari telur-telur tersebut akan menjadi burayak. Selama 3 hari kedepan burayak tidak perlu diberi pakan karena masih ada nutrisi yang terbawa dalam telur. Ikan cupang jantan juga akan berpuasa selama menjaga burayak.

Setelah tiga hari terhitung sejak telur menetas, berikan kutu air (moina atau daphnia). Pemberian pakan jangan lebih banyak dari burayak karena pakan akan mengotori air dan menyebabkan kematian pada burayak.

Indukan jantan baru diambil setelah burayak berumur 2 minggu terhitung sejak menetas. Pindahkan burayak tersebut pada wadah yang lebih besar dan berikan kutu air yang lebih besar atau larva nyamuk. Setelah 1,5 bulan, ikan sudah bisa dipilah berdasarkan jenis kelaminnya. Kemudian pisahkan ikan-ikan tersebut ke wadah pembesaran.

C. Memilih indukan ikan cupang

Sebelum dilakukan pemijahan itu artinya kita juga harus menentukan indukan ikan yang baik. Nah, untuk budidaya ikan yang satu ini, langkah pertama yang disiapkan adalah mendapatkan indukan atau bibit berkualitas. Indukan yang baik sebisa mungkin berasal dari keturunan unggul, kondisinya bugar, bebas penyakit dan cacat bawaan. Simpan indukan jantan dan betina di tempat terpisah. Dalam hal ini kita juga harus mengetahui, Jenis-Jenis Ikan Cupang yang ada di Indonesia. Selain itu juga, Tips Membedakan Ikan Cupang Jantan dan Betina.

D. Pakan ikan cupang

Ketika tahapan-tahapan di atas sudah dilalui. Selanjutnya yang bisa kita lakukan adalah memberi pakan. Kebutuhan pakan bagi hewan itu juga penting bagi proses pertumbuhan. Nah, paka ikan cupang yang biasa diberikan adalah kutu air, cacing sutera dan larva nyamuk.

Pakan-pakan tersebut sebaiknya diberikan sesering mungkin, misalnya 3-4 kali sehari. Semakin sering frekuensinya semakin baik. Lebih baik sedikit-sedikit tapi sering dari pada sekaligus banyak. Hal ini untuk mengurangi resiko penumpukan sisa pakan yang bisa mengakibatkan berkembangnya penyakit.

Kutu air bisa didapatkan di selokan-selokan yang tergenang, atau membelinya dari toko akuarium. Kalau tidak memungkinkan, kita bisa membudidayakan kutu air sendiri. Silahkan lihat cara budidaya kutu air daphnia dan moina.

E. Perawatan ikan cupang

Ikan bisa dipelihara dalam akuarium tanpa menggunakan aerator. Ikan cupang tahan terhadap kondisi air yang minim oksigen. Walaupun begitu, disarankan untuk tetap menjaga kualitas air dengan memberinya aerasi dan filter pembersih. Agar ikan bisa berkembang sempurna dan selalu dalam kondisi bugar. Terutama untuk perawatan ikan kontes.

Tidak disarankan memelihara lebih dari satu ikan cupang jantan yang telah dewasa dalam satu akuarium. Terlebih bila ukuran akuariumnya kecil dan tidak ada tempat berlindung. Ikan-ikan tersebut bisa saling menyerang satu sama lain. Akibatnya, sirip-siripnya tidak mulus dan warnanya kurang keluar.

Khusus untuk ikan cupang aduan, kita bisa memasukkannya ke dalam toples kaca kecil. Berdasarkan beberapa pengalaman, agar ikan lebih agresif simpan di tempat yang gelap. Jangan meletakkan toples ikan secara berdekatan. Karena ikan cupang aduan akan terus dalam kondisi siap menyerang dan membenturkan dirinya ke kaca. Berikan sekat tidak tembus pandang di antara toples-toples tersebut.

Gantilah air yang terdapat dalam wadah secara berkala. Lihat apakah ada penumpukan kotoran dan sisa pakan pada dasar wadah. Penumpukan tersebut bisa menimbulkan penyakit bahkan kematian pada ikan karena pencemaran air. (Net)

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *