Cara Budidaya Udang vaname secara Tradisional

Budidaya Udang Vaname Secara Tradisional

Berikut ini adalah cara budidaya udang vaname yang bisa kita lakukan. Ternyata mudah dan tidak terlalu mahal. Kita bisa menggunakan media kolam terpal dengan penggunaan air tawar dan pemeliharaan intensif.

Kolam terpal yang digunakan juga bisa kolam terpal kotak, maupun dengan budidaya udang vaname di kolam terpal bundar. Namun tetap pemeliharannya secara intensif.

Begitu juga ketika akan melakukan budidaya udang vaname tanpa pakan, ada beberapa strategi yang juga patut kita pelajari. Dan berikut ini adalah beberapa cara budidaya udang vaname intensif yang bisa kita lakukan.

Selain itu, dalam praktiknya, selain menggunakan metode modern dan cara budidaya yang penuh teknologi, cara budidaya udang vaname secara tradisional juga bisa dilakukan.

Untuk itu, kali ini ayobudidaya.com akan menjelaskan bagaimana sih cara budidaya udang vaname secara tradisional. Sebagai berikut penjelasan lengkapnya:

Budidaya Udang Vaname Intensif

Sebelum lebh jauh membahas terkait bagaimana cara budidaya yang baik dan benar. Berikut ini beberrapa yang bisa kita pelajari, di antaranya adalah terkait Asal Usul & Karakteristik Udang Vaname.

Jadi, sebelum lebih jauh membahas tentang cara budidaya udang vaname secara tradisional seperti apa, kita harus terlebih dahulu mengenal tentang asal usul udang vaname dan karakteristik udang vaname.

Jadi karakteristik udang vaname adalah nama umumnya udang vannamei. Di Indonesia, jenis udang yang berasal dari Amerika Latin ini disebut dengan udang vaname.

Nama latin dari udang vaname adalah litopenaeus vannamei. Udang vaname adalah udang asli perairan Amerika Latin dan dibudidayakan di kawasan Sub Tropis, mulai dari Pantai Barat Meksiko sampai wilayah Peru.

Dalam praktir budidayanya sendiri, udang Vaname sendiri dikenal sebagai salah satu jenis udang konsumsi. Namun udang ini daya tahan tubuhnya luar biasa. Sampai udang vaname ini bisa dibudidayakan di Indonesia yang termasuk kawasan tropis.

Bahkan, udang jenis ini, kini di Indonesia sangat diminati, karena memiliki banyak keunggulan.

Keunggulan udang vaname di antaranya adalah, udang vaname tahan penyakit, pertumbuhan budidaya udang vaname cepat (yakni, masa pemeliharaan 100-110 hari), selama pemeliharaan tinggi dan nilai konservasi pakan FCR rendah (1:1,3).

Dalam pemeliharaan udang vaname secara intensif, beberapa cara bisa dilakukan, baik cara buiddaya engan teknik tradisional maupun modern, baik penggunaan kolam terpal bundar, atau kolam terpal biasa, dan dengan air tawar, atau sejenisnya.

Mari kita bedah satu per satu:

Cara Budidaya Udang Vaname Secara Tradisional

Cara Budidaya Udang vaname secara Tradisional
Cara Budidaya Udang vaname secara Tradisional

Setelah mengetahui asal usul dan karakteristiknya, kini kita langsung pada point utama, yakni, tentang cara budidaya udang vaname secara tradisional.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam melaksanakan usaha budidaya udang vaname, di antaranya sudah tim Ayobudidaya tulis di Cara Budidaya Udang Vaname.

Dan kali ini, kita akan lebih spesifikan tentang bagaimana cara melakukan budidaya udang vaname secara tradisional. Berikut cara yang bisa kita lakukan:

1. Persiapan Tambak Udang Vaname

Yang pertama tentunya persiapan tambak udang untuyk melakukan budidaya udang vaname secara tradisional. Cara ini tidak terlalu sulit. Bahkan hampir serupa seperti budidaya ikan bawal. Jadi sangat sederhana.

Jadi hal-hal yang harus dilakukan, pertama kali pada persiapan tambak udang untuk media kolam udang vaname adalah dengan melakukan pengeringan hingga dasar untuk menghindari lumut dan lumpur.

Selanjutnya di cek kadar pH tambak. Jika pH dasar tambak lebih rendah dari 6, maka yang harus dilakukan adalah dengan pakai kapur pertanian sebanyak 840 kilogram per Ha.

Namun, jika tidak bisa mengeringkan tambak, maka yang bisa dilakukan adalah dengan memakai pupuk dasar nitrat sebanyak 15 gram per meter persegi untuk daerah yang berair dan mengandung bahan -bahan organik.

Selanjutnya, kita dapat memastikan bahwa semua hewan yang ada di dalam tambak pada siklus pemeliharaan budidaya udang vaname sebelumnya sudah hilang dan telah dipastikan telah ditiadakan.

Hal ini tentunya untuk memastikan bahwa tidak ada pesaing udang di dalam tambak yang mencari pakan alami. Maka langkah ini dinilai penting dan perlu diperhatikan secara teliti.

2. Cara Pemupukan Tambak Udang Vaname

Selanjutnya adalah pemupukan tambak. Dan berikut cara pemupukan tambak udang vaname yang bisa dilakukan dalam menerapkan cara budidaya udang vaname secara tradisional:

Jadi yang dilakukan adalah, sebelum air diisi ke kolam tambak, peternak memberikan pupuk organik dan anorganik ke tambak, dan dilakukan dengan sebaran yang merata pada dasar tambak.

Dosisi pupuk organik yang diberikan pada proses pemupukan tambak di kolam tambak udang vaname ini adalah sebanyak 150 sampai 200 kilogram per ha.

Dan untuk pemberian pupuk anorganik yang dibutuhkan sebagai sumber nitrogen yang diberikan kurang lebihnya sebanyak 25 sampai 50 kilogram per ha.

Pupuk yang bisa digunakan sebagai media pemupukan tambak adalah, pupuk organik, di antaranya, tepung gandum, dedak, kulit padi, jagung, tepung kedelai, biji kapas atau pupuk kompos.

Untuk pupuk anorganik yang digunakan adalah pupuk ammonium, urea, nitrat, kalsium atau diammonium phosphat. Sementara, untuk kotoran ayam dan sapi sendiri bisa dipakai sebagai pupuk organik.

Akan tetapi kotoran ayam yang dipakai setidaknya merupakan pupuk yang dipastikan bebas dari pestisida. Namun jika ingin menggunakan pupuk kotoran ayam pada pemupukan tambak, dosis yang diberikan adalah 1000 sampai 2000 kg per ha.

Sementara, untuk penggunaan pupuk organik sendiri, sebaiknya bisa dilakukan dengan cara ditebar secara merata pada permukaan dasar kolam tambak udang vaname.

Hal ini dimaksudkan agar dalam cara budidaya udang vaname secara tradisional dapat memudahkan udang dan plankton mendapatkan pupuk organik seperti selulosa atau komponen yang tidak tercerna pada dasar kolam tambak. Selain itu aduk dengan tongkat kayu jangan dengan tangan kosong.

3. Mengisi Kolam Tambak Udang Vaname Dengan Air

Selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan mengisi tambak dengan air. Namun dalam hal ini ada yang harus diperhatikan, antara air dalam kolam.

Hal ini sebenarnya untuk memastikan agar tambak tidak mengalami perubahan drastis. Maka yang bisa dilaukan adalah dengan mengisi air kolam dengan kedalaman air 1 hingga 1.5 meter.

4. Kepadatan Algae

Selanjutnya, budidaya udang vaname secara tradisional yang ke empat yang bisa dilakukan adalah memastikan kepadatan algae. Kepadatan algae diukur dengan cara mencelupkan seci dish dalam air tambak.

Selanjutnya, lihat skala senti pada tongkat. Dan langkah yang kemudian dilakukan adalah mencatat hasil pengamatan sebelumnya.

Hal ini berkaitan dengan bagaimana perbaikan kepadatan algae tambak. Ini wajib dilakukan, karena jika sechi dish diatas 45 cm atau dibawah 35 cm ada beberapa hal yang harus dilakukan, sebagai langkah tindakan responsif budidaya.

Misal, indikatornya adalah jika dish melebihi 45 cm, maka tambak harus ditambahkan pupuk. Namun, jika dish di bawah 35 cm maka jangan tambahkan pupuk.

Selanjutnya adalah, pergantian air ini dibutuhkan untuk menurunkan kepadatan algae. Maka harus terukur. Dan dalam budidaya udang vaname secara tradisional, yang perlu diperhatikan adalah tentang ketersediaan algae plankton dalam tambak.

Algae ini sendiri indikasinya harus mencukupi kebutuhan, hal ini dimaksudkan agar ketersediaan pakan alami udang bisa terpenuhi sekaligus mempertahankan kondisi kimiawi air untuk mendukung perkembangan udang.

Namun, jika yang terjadi adalah konsentrasi phospat air di sekitar pintu air lebih rendah dari 0.2 ppm, maka phospat harus ditambah sebagai sumber fosfor dalam bentuk pupuk buatan.

Maka, cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan tambahan sebanyak 20 sampai 25 kilogram pupuk dasar nitrogen dan satu bagian fosfor.

5. Mengontrol Pemupukan Kolam Tambak Udang

Langkah selanjutnya adalah memastikan pemupukan algae dilakukan dengan cara yang benar. Artinya, dengan cara pengaturan pemupukan untuk meningkatkan konsentrasi algae di tambak.

Karena cara meningkatkan konsentrasi alge dalam budidaya udang vaname secara tradisional ini sangat berbeda dengan budidaya udang vaname dengan plastik mulsa.

Yang perlu diketahui adalah, sebagian besar penambak udang tradisional menerapkan aturan baku pemupukan yang dilakukan secara berkala. Dan selama proses masa pemeliharaan ini, artinya tidak dilakukan dengan mempertimbangkan kepadatan algae tambak atau kondisi lingkungan.

Namun, yang diperhatikan adalah pemberian pupuk tanpa memperhatikan kepadatan algae dan keadaan cuaca bisa memberikan dampak buruk pada udang.

6. Pemberian Ca Pada Udang Vaname

Selanjutnya yang tak boleh tertinggal adalah dengan pemberian Ca pada udang vaname. Jadi, saat pergantian air tidak bisa dilakukan dengan menghentikan pemberian pupuk.

Jadi ini tidak bisa menekan kepadatan algae. Maka, calcium hidroksida atau kapur bakar, sebenarnya bisa diberikan untuk menurunkan populasi algae yang sedang tumbuh melebihi batas yang diperlukan.

7. Menangani Penyakit Udang Vaname

Pada budidaya udang vaname secara tradisional ini juga kita mempelajari tentang cara penanganan penyakit udang vaname. Jadi ada beberapa hal yang bisa peternak udang lakukan.

Misalkan, untuk mengatasi penyakit udang seperti udang hias, yang dapat digunakan adalah bibit vename SPF bebas penyakit yang sudah layak untuk dibudidayakan.

Kenapa? alasannya, adalah karena bisa memberikan keuntungan dibandingkan memakai udang yang belum mampu SPF. Jadi, bibit vename juga harus sudah dipelihara dengan selektif.

Ini juga untuk memastikan, bahwa, bibit udang vaname yang diguynakan tahan dengan penyakit tertentu, misalkan, seperti Taura Syndrom Virus [TSV].

8. Perawatan Kesehatan Lingkungan Budidaya Udang Vaname

Langkah selanjutnya adalah memastikan perawatan kesehatan lingkungan usaha budidaya udang vaname berjalan dengan baik. Jadi bahasanya lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Karena budidaya dengan jenis udang apapun, baik budidaya udang galah, budidaya udang windu, sampai pada budidaya lobster air tawar dan lainnya, cara terbaik untuk menghindari penyakit adalah dengan menjaga kesehatan lingkungan air tambak dan pertahankan kestabilan airnya.

Sehingga, di saat air tambak memburuk atau DO yang rendah, maka perubahan pH ekstrim baik siang maupun malam akan terjadi. Maka yang akan terjadi adalah udang menjadi lemah sekaligus mudah terserang penyakit dari lingkungan tambak.

Selain itu, pemeliharaan lingkungan budidaya tambak udang vaname juga akan menurunkan risiko infeksi virus serta bakteri pada tambak serta lingkungan.

9. Gunakan Bibit Udang Vaname Berkualitas

Selanjutnya, yang harus diperhatikan adalah dengan menggunakan bibit udang vaname yang berkualitas. Dan dalam hal ini yang harus kita ketahui adalah ciri-ciri bibit udang vaname berkualitas seperti apa?

Ciri Ciri Bibit Udang Berkualitas

  • Udang memiliki ukuran yang seragam
  • Udang memiliki gerakan yang lincah dan bisa menantang arus
  • Memiliki respon yang baik terhadap gerakan
  • Memiliki warna putih yang transparan
  • Bagian kaki kakinya bersih
  • Isi usus tidak putus

10. Cara Penebaran Bibit Udang Vaname

Langkah selanjutnya adalah cara penebaran bibit udang vaname. Jadi, cara yang bisa dilakukan adalah dimulai dari area tambak hijau dilanjutkan dengan tambak kuning dan yang terakhir adalah zona merah.

Cara penebaran bibit udang vaname seperti ini dilakukan agar pada tambak pertama yang ditebari bibit udang vaname akan menghasilkan panen lebih baik.

Selanjutnya adalah dengan, persiapan benih udang vename dan memastikan bibit yang dipilih merupakan bibit siap tebar yakni antara usia 6 hingga 10 hari.

Dan pada penebaran bibit dilakukan dengan cara menyesuaikan pH air, hal ini dilakukan agar benih udang vaname bisa menyesuaikan dengan suhu dalam tambak.

Cara budidaya udang vaname tradisional juga dilakukan dengan cara menebar bibit yang diapungkan lebih dahulu saat udang masih ada dalam plastik selama kurang lebih waktu yang dibutuhkan adalah 15 menit.

Selanjutnya, yang bisa dilakukan adalah kantung dibuka dan dipindahkan ke dalam tambak udang yang telah disiapkan. Ini  merupakan cara terbaik untuk menurunkan angka kematian benih udang vaname yang akan dibudidaya.

11. Pakan Udang Vaname

Selanjutnya adalah dengan memberikan pakan untuk udang vaname. Pakan udang vaname yang diberikan ini dianjurkan dengan memberikan pelet.

Pelet yang diberikan memiliki kandungan protein sebanyak 30%. Dan untuk jumlah pakan udang vaname sendiri, disesuaikan dengan umur udang vaname. Atau dengan cara memakai ukuran berat udang dan masa pertumbuhan udang.

Pemberian pakan udang vaname sendiri ini dilakukan antara 2 sampai 3 kali sehari. Pakan udang vaname selain diperoleh dari membeli, juga bisa dengan membuatnya sendiri.

Misal dengan menggunakan sumber alami, seperti pemberian bekicot, atau keong yang tinggi akan protein. Atau bahkan, bisa dengan memberikan ikan rucah yang harganya relatif murah.

Pakan alami udang vaname ini diberikan saat udang berumur 15 hari. Jadi, bisa gunakan pakan udang pabrikan seperti contohnya, manggalindo, gold coin, grobest dan jenis lainnya.

Dan jangan lupa berikan udang pakan tambahan. Pakan tambahan udang yang dapat diberikan berupa jagung pecah yang dimasak dan dicampur dengan zat additive untuk menambah aroma, vitamin dan juga probiotik.

Dan yang perlu diketahui adalah udang vaname umumnya menghabiskan pakan dalam kurun waktu 3 jam. Jika kurang dari 3 jam pakan sudah habis maka peternak udang vaname bisa ditambahkan lagi.

Terkait pakan buatan untuk udang vaname diberikan 2 kali sehari, dari pagi sampai sore hari. Sesudah 3 jam, pakan buatan habis, yang selanjutnya diberikan adalah pakan lainnya yang bisa dihabiskan pada kurun waktu 9 jam pemberian.

Baca Juga: Omset Budidaya Ikan Lele Ini Sangat Menggiurkan, Cek Di Sini

Tentunya cara budidaya udang vaname secara tradisional dengan metode pemberian pakan tersebut gunanya adalah untuk merangsang nafsu makan uydang itu sendiri. Serta tentunya untuk menambah vitalitas udang.

Untuk itu, perlu juga diberikan vitamin. Vitamin untuk udang vaname adalah portovite, yang juga merupakan vitamin untuk ayam. Dosis pemberian vitamin dalam budidaya udang vaname adalah 1 sendok maka per 10 kilogram pakan.

Selanjutnya cara pemberian vitamin kepada udang vaname adalah dengan 1 sendok vitamin yang di rendam dalam 1 liter air dan telah ditambahkan dengan 3 butir telur ayam yang sudah dikocok.

Selanjuytnya, campurkan air yang telah diberi vitamin tersebut pada pakan udang. Lalu, biarkan supaya meresap selama beberapa menit. Pakan kemudian dimasukkan dalam anco dan sebagian lagi ditebar di tambak.

Sementara, untuk jumlah anco dalam satu tambak adalah 2 sampai dengan 4 anco dan jumlah pakan pada anco adalah 5% dari total pakan.

12. Masa Pemeliharaan Budidaya Udang Vaname

Budidaya udang vaname secara tradisional selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan memastikan masa pemeliharaan udang vaname.

Dalam fase pemeliharaan tentunya harus ada banyak yang diperhatikan, misal seperti perkembangan benur hingga menjadi udang yang siap panen.

Dan selama proses pemeliharaan ini berlangsung suhu dan pH air harus diperhatikan. Selain itu, kandungan oksigen serta kedalaman air juga harus diperhatikan serta ditambahkan dengan pemberian pemupukan urea serta TPS dan pemberian probiotik seminggu sekali untuk menjaga kestabilan pertumbuhan plankton.

Dan selanjutnya, sesudah benur berumur 70 hari, maka sudah bisa diberikan pakan udang vaname dan dalam pemberian plankton sudah bisa dikurangi. Namun tentunya dengan menjaga keseimbangan air hingga udang berumur 100 hari.

13. Panen Udang Vaname

Selanjutnya pada budidaya udang vaname secara tradisional ini adalah masa pemanenan. Pada proses panen udang vaname yang dilakukan jika sudah umur udang mencapai 100 sampai 110 hari, maka panen dan persiapan panen udang vaname harus dipersiapkan.

Contohnya misalnya, seperti keranjang untuk panen, dan jaring yang dipasang pada pintu air, serta jala lempar, styrofoam dan juga ember, lampu penerangan bahkan baskom pun harus dipersiapkan.

Sementara, untuk panen udang, dilakukan dengan cara menurunkan air memakai pompa yang dilakukan pada malam hari untuk menurunkan kerusakan mutu udang.

Sementara, untuk udang vaname yang baru di panen sangat peka terhadap sinar matahari, maka harus dipanen pada malam hari dan hasil tangkapannya harus dicuci dan direndam dalam es.

Analisa Usaha Budidaya Udang Vaname

Ada beberapa anlisa usaha yang bisa menjadi contoh dalam usaha udang vaname. Baik pada praktik pembibitan maupun budidaya.

Hal ini seperti yang telah dicontohkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui teknologi budidaya udang Vaname dengan microbubble ultra intensif.

Apalagi, teknologi tersebut telah dikembangkan para peneliti dari Institut Pertanian Bogor, Kukuh Adiyana. Teknologi ini adalah salah satu analisa usaha budidaya sekala kecil yang bisa dilakukan petani udang.

Sebab, dengan teknologi ini biaya yang dikeluarkan hanya Rp20 juta. Rp20 juta itu bisa digunakan pengaplikasiannya dalam usaha pendederan udang vaname.

Jadi, dengan modal usaha budidaya Rp20 juta, petani dapat kolam filter dengan teknologi microbubble ultra intensif dan delapan kolam berbahan plastik kokoh dengan diameter 3 meter.

Nominal tersebut masing masing volume satu meter kubik dan dapat diisi bibit udang vaname sebanyak 12 ribu ekor. Melalui metode tersebut bisa dipanen setelah 21 hari pendederan dengan jumlah 96 ribu ekor dengan berat 48 kilogram.

Untuk harga benih udang vaname yang dapat dijual adalah Rp35 per ekor, sedangkan harga jual benih per ekor adalah Rp100. Bahkan, beberapa contoh di Indonesia dengan analisa usaha ini dapat menghasilkan Rp9.6 juta.

Jadi keuntungan ketika diakumulasi dengan biaya produksi adalah Rp4,7 juta. Teknologi ini pun terus dikembangkan, hingga akhirnya nantinya bisa digunakan dengan kepadatan kurang lebih 1.000 ekor udang vaname per meter kubik.

Hal ini tentunya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas udang vaname yang dihasilkan.

Budidaya Udang Vaname di Kolam Terpal

cara budidaya udang vaname
cara budidaya udang vaname

Jika dianalisa dengan menggunakan kolam terpal, cara budidaya yang harus dilakukan adalah sama seperti cara di atas, di antaranya adalah seperti

  1. Persiapan Lokasi Budidaya
  2. Pengaturan Budidaya Udang Vaname
  3. Pemberantasan Hama Udang
  4. Pengisian Air Di Kolam
  5. Fermentasi Kolam Udang Vaname
  6. Pemilihan Bibit Udang Vaname Unggul
  7. Penebaran Bibit Udang Vaname

Namun beberapa hal tambahan yang bisa kita lakukan adalah dengan memperhatikan waktu penebaran benih udang yang digunakan. Hal ini juga selaras dengan perawatannya. Kita juga perlu perhatikan proses pemeliharaan udang.

Hal ini di antaranya seperti memantau suhu di kolam terpal yang digunakan, pH nya sesuai atau tidak. Kandungan oksigennya bagus atau tidak.

Selain itu, waktu pemberian pakan udang vaname juga dilakukan selama 7 hari awal pembibitan waktu makan masih perlu dibimbing adaptasinya.

Setelah 7 hari, baru bisa kita berikan protein tinggi sebanyak 30% dari takaran pakan yang dimiliki. Pakan udang diberikan sebanyak 3-4 kali sehari.

Beberapa hal yang harus dipikirkan lainnya adalah Pengurasan Air Kolam. Pengurasan dilakukan saat kolam udang berusia 60 hari, kita bisa mengisinya sebanyak 10% dari volume air kolam. Baru ditingkatkan di kemudian hari 15-20%.

Adapun Cara Panen Udang Vaname di Kolam Terpal sama seperti budidaya lainnya, yakni, ketika udang sudah berusia 4-5 bulan.

Analisa Usaha Budidaya Udang Vaname di Kolam Terpal

Adapun analisa usaha yang diketahui, kenapa berguna udang vaname dipelihara di kolam terpal adalah:

  1. Lebih hemat, karena dana yang dikeluarkan sedikit. Tidak seperti kolam tembok ataupun beton.
  2. Lebih efisien waktu yang digunakan dalam pembuatan kolam.
  3. Lebih awet karena bisa mencapai 10 tahun.
  4. Ukuran kolam dapat disesuaikan baik bentuk bulat atau bundar maupun kotak atau persegi panjang.
  5. Kolam terpal lebih berkualitas dan bahan yang didapatkan mudah.\
  6. Kolam terpal sangat familiar dalam budiadaya perikanan, termasuk udang vaname.

Baca Juga: 9 Manfaat dan Kandungan Gizi Udang Untuk Kesehatan

Itulah tentang budidaya udang vaname secara tradisional. Kurang lebihnya ada 13 langkah yang bisa kita lakukan. Bagaimana, sudah paham, selamat mencoba budidaya udang vaname secara tradisional.

Semoga artikel ayobudidaya.com ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Sekian, terimakasih. Salam.

Kaseto Efendi Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *